Aktivis Bojongkoneng Lawan Sentul City di Persidangan

B-CHANNEL, SENTUL – Sudah 83 hari Deni Gunarja dan Purnaman alias Epuh, warga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, mendekam di penjara dan duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, dengan tuduhan menjual tanah milik Sentul City seluas 2 hektar serta merugikan pihak pengembang sebesar Rp 34 miliar. Bahkan, Deni dituduh memalsukan keterangan dalam Akta autentik. Padahal, jual beli yang dilakukan terdakwa melalui prosedur yang sah dihadapan notaris dan saksi didukung adanya surat keterangan tidak sengketa yang menjadi syarat pembuatan AJB.

Ditemui sebelum persidangan, Deni Gunarja yang juga aktivis pembela warga menuturkan, kriminalisasi ini menurutnya sengaja dilakukan untuk membungkam dirinya yang dianggap vokal dan aktif mendampingi warga dalam melakukan perlawanan kepada Sentul City yang selalu mengklaim secara sepihak tanah milik warga atas dasar HGB yang tidak jelas asal usulnya.

“Dengan cara mengkriminalisasi saya, maka pengembang Sentul City akan dengan mudah bergerak dan menginvasi lahan-lahan yang mereka incar atas dasar klaim sudah bersertifikat HGB. Padahal HGB tersebut didapat dengan cara-cara yang tidak jelas dan diduga berasal dari SPH fiktip,” terangnya, belum lama ini.

Disisi lain, salah satu warga Desa Bojongkoneng, yang mengikuti persidangan Deni Gunarja, mengatakan, apa yang dialami Deni Gunarja, kerap terjadi pula pada warga. Karena itu, dirinya meminta keadilan kepada penegak hukum, Kepala Jaksa Agung, Ketua Mahkamah Agung serta lembaga terkait yang melakukan fungsi pengawasan untuk bersama sama mengawasi jalannya proses hukum dan peradilan yang dihadapi warga. Termasuk mengawasi jajaran anggotanya agar bertindak adil dan jauh dari praktek suap.

“Deni Gunarja adalah salah satu korban kriminalisasi pihak Sentul City. Karena itu, saya mendampingi serta memberikan dukungan kepada Deni Gunarja agar mendapat keadilan. Jika masih ada kejanggalan dan aparat penegak hukum tidak bisa bertindak adil, kami warga Bojongkoneng akan berdemo mendatangi kantor instansi terkait dengan membawa fakta-fakta serta bukti-bukti lainnya,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Selain itu, sambungnya, sebagian warga juga mempertanyakan nasib tanah kas Desa Bojongkoneng yang ditukar guling oleh pemerintahan Desa Bojongkoneng dengan Sentul City. “Kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi terhadap kasus tukar guling tanah kas Desa Bojongkoneng. Karena faktanya sampai saat ini, lahan yang menjadi pengganti tanah kas Desa Bojongkoneng tidak pernah ada. Bahkan, tanah kas tersebut masih tetap diklaim milik PT. Sentul City. Kami pun menyakini Sentul City tidak memiliki itikad baik kepada masyarakat. Saya merasa permasalahan tanah dengan warga akan terus bermunculan dan tidak menutup kemungkinan akan ada kriminalisasi kembali terhadap warga seperti yang dialami Deni Gunarja,” ungkapnya.

 

Reporter: Andi
Foto: istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: