Balai Kirti Ajak Pelajar Kenali Museum dan Koleksinya Sebagai Wahana Edukasi

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Salah satu museum khusus di Indonesia adalah Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Pengkhususan ini berdasarkan temanya yakni mengenai sejarah dan keberhasilan Presiden RI, bukan karena letaknya yang berada di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor.

Tempat menyimpan benda milik orang nomor satu di Indonesia ini, diresmikan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Oktober 2014 sebagai tempat edukasi, rekreasi, dan interaksi sejarah. Bagi dunia pendidikan, terutama dalam pembelajaran sejarah, keberadaan museum menjadi sangat penting karena koleksi-koleksi yang dimiliki dapat memberikan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan sejarah.

Namun masih banyak anak bangsa yang masih belum paham tentang sejarah bangsa, terutama tokoh sejarah yang bernilai bagi peradaban bangsa, yang sebenarnya bisa diketahui apabila mau berkunjung ke museum. Berdasarkan hal tersebut, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti melalui salah satu kegiatannya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Museum, Selasa (21/11/17). Sosialisasi ini dalam rangka memperkenalkan museum dan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kesejarahan kepada pelajar dan masyarakat.

Ketua panitia, Ferawati Alek, mengatakan, kegiatan ini tergolong kegiatan baru bagi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yang terbuka untuk umum sejak tanggal 10 November 2014.

“Sosialisasi ini diikuti pembimbing dan 100 pelajar tingkat SMA yang berasal dari Kota Bogor, Cibinong dan Depok.
Setiap sekolah menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh museum-Kepresidenan RI Balai Kirti karena dapat meningkatkan pemahaman sejarah bangsa Indonesia di samping memperkenalkan museum dan koleksi di dalamnya kepada para pelajar sebagaimana tema yang kita angkat pada kegiatan ini yakni “Museum Sebagai Wahana Edukasi”, jelasnya.

Museum ini, sambungnya, terbuka bagi publik untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, pameran dan pertunjukan. “Kami sampaikan bahwa museum ini dapat dikunjungi masyarakat umum dan tidak ada batas minimal peserta kunjungan. Namun, karena posisinya berada di Istana Kepresidenan maka ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk berkunjung ke Museum,” tandasnya.

Berikut ini adalah syarat dan ketentuan berkunjung Museum Kepresidenan RI Balai Kirti:

A. Membuat Surat Permohonan Berkunjung
1. Surat permohonan ditujukan kepada:
Yth. Kepala Museum Kepresidenan RI
Kompleks Istana Kepresidenan Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No.1 Bogor
2. Mencantumkan Nomor Kontak (HP dan Telepon) penanggung jawab rombongan
3. Melampirkan daftar nama peserta
4. Surat dapat dikirim langsung / dikirim melalui email
5. Surat kami terima paling lambat 7 hari sebelum waktu berkunjung

B. Memilih Waktu Berkunjung
Hari Selasa s.d Jum’at Pukul 09.00 s.d 15.00 WIB
Hari Sabtu s.d Minggu Pukul 09.00 s.d 13.00 WIB
Hari Senin dan Libur Nasional (TUTUP)

C. Memperhatikan Tata Tertib Berkunjung
1. Berpakaian Sopan dan Rapi
Untuk Pria: Kemeja, Celana Panjang, dan bersepatu.
Untuk Wanita: Baju berlengan, Celana Panjang/Rok Panjang (di bawah lulut), Gaun di bawah lutut, dan bersepatu.
TIDAK DIPERKENANKAN PAKAI Kaos, Baju Tidak Berlengan, Celana Pendek, Rok Mini, Jeans, Pakaian tipis/ketat, Sandal.
2. Jumlah pengunjung yang hadir harus sesuai dengan daftar yang diajukan pada surat permohonan

3. DILARANG:
a. Membawa Tas, Ransel, dan sejenisnya ke dalam Museum
b. Membawa makanan dan minuman ke dalam Museum
c. Membawa senjata api, senjata tajam, dan obat-obatan terlarang
d. Membawa binatang
e. Berfoto di dalam ruangan tertentu di dalam Museum
f. Menyentuh dan/atau memegang media/koleksi yang ada di Museum

4. Surat izin masuk dapat dibatalkan atau ditunda sewaktu-waktu apabila ada acara di lingkungan istana Kepresidenan Bogor ataupun jika pengunjung tidak menaati ketentuan pada poin-poin di atas.

 

Reporter:Andi
Foto: dok.balai kirti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: