Balitnak Gelar Bimtek Inovasi Teknologi Bagi Peternak Ayam

B-CHANNEL, CIAWI – Dalam rangka menyebarluaskan hasil inovasi teknologi peternakan, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inseminasi buatan pada ayam di ruang Anatini II Balitnak jalan Veteran III Ciawi, Jumat (27/10/17).

Dalam sambutannya, Ahli Teknisi Litkayasa Penyelia Balitnak, Abdullah Udjianto mengatakan, Inovasi Teknologi Inseminasi Buatan (IB) merupakan jawaban terhadap kendala masalah tentang pengadaan bibit dalam waktu relatif singkat. Dimana, kendala utama usaha komersil ayam kampung terjadi dalam pengadaan bibit ayam dara pengganti induk pada pemeliharaan intensif.

“Karena itu, untuk memacu percepatan perkembangan usaha ternak ayam kampung ke arah komersial, perlu melakukan perubahan pola kearah intensifikasi dengan memanfaatkan berbagai terobosan teknologi yang telah dikembangkan untuk budi daya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Inseminasi buatan atau biasa disebut kawin suntik ini adalah suatu teknik mengawinkan ternak secara buatan dengan memasukan semen yang telah diencerkan dengan pengecer tertentu ke dalam saluran alat reproduksi betina yang sedang bertelur. Namun, untuk menentukan jumlah pengecer harus menghitung terlebih dahulu jumlah spermatozoa. Karena setiap 0,5 ml semen mengandung 1,75 milyard spermatozoa. Sementara, untuk membuahi telur diperlukan sekitar 100 hingga 200 juta spermatozoa.

“Asumsinya 0,5 ml semen dapat membuahi per meng-IB 10 sampai dengan 12 ekor betina. Dosis pengecernya seperti 0,5 ml semen ditambah pengecer NaCI Phys 2 ml. Jadi setiap ekor betina dapat disuntik 0,2 ml,” jelasnya.

Dengan IB metode deposisi semen intra iterine, sambungnya, diharapkan mampu memproduksi telur tetas yang berkualitas dengan fertilitas yang tinggi. Mengenai hasil yang optimal tergantung dari suhu kesehatan pejantan dan betina serta nutrisi pakan yang diberikan. Pemilihan bibitnya juga diperlukan induk betina maupun pejantan yang baik sesuai dengan syarat IB.

Sementara, Linda, Kasi Jasa Penelitian Balitnak mengungkapkan, kegiatan Bimtek Inseminasi Buatan (IB) ini diperuntukan bagi penyuluh, peternak, praktisi peternakan dan masyarakat umum yang tertarik pada peternakan.

“Kalau jumlah pesertanya yang hadir dalam kegiatan IB dari berbagai daerah, tapi kita batasi jumlahnya hanya untuk 20 orang saja dan kedepan kegiatan ini akan kami adakan terus dalam bentuk Jum’at Inovatif Balitnak,” pungkasnya.

 

Reporter/Foto : Agus Sudrajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: