Begini Cara KPUD Kota Bogor Antisipasi Kecurangan Pilkada

Reporter/Foto : Herry Priyatna

 

B-CHANNEL– Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bogor, baru akan berlangsung tahun depan (2018, red). Namun, berbicara Pilkada tentu sangat rawan akan kecurangan, seperti halnya yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Maka dari itu, KPUD Kota Bogor mewanti-wanti sekaligus mengantisipasi hal tersebut dari sekarang.

Undang Suryatna selaku Ketua KPUD Kota Bogor, mengatakan, sejauh ini pihaknya selalu memantau kegiatan Pilkada yang berlangsung dibeberapa daerah di Indonesia. Hasil dari pilkada tersebut, ternyata masih ada saja oknum-oknum yang melakukan kecurangan, seperti pemalsuan E-KTP dan lain-lain.

Maka itu, lanjut Undang, hal ini menjadi pembelajaran bagi seluruh KPUD di Indonesia, termasuk di Kota Bogor, sekaligus bahan evaluasi bagi petugas yang nantinya bertanggung jawab saat Pilkada berlangsung.

“Ya, kita sudah antisipasi hal itu dari sekarang dan kita juga selalu koordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Disdukcapil. Karena, dinas tersebut memiliki kewenangan terkait pendataan kependudukan di Kota Bogor,” ujar Undang, Senin (04/03/17).

Ia menjelaskan, mekanisme pilkada nanti harus demokrasi dan transparan. Selain itu, harus “One Man One Vote,” yang artinya setiap pemilih harus datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya dan tidak boleh di wakilkan oleh siapa pun.

“Seperti kita ketahui semua, di daerah lain ada pemilih yang menggunakan video call untuk diwakili oleh seseorang di saat pilkada berlangsung dan itu tidak diperbolehkan, sekaligus menjadi tugas penting bagi petugas pelaksana, terutama petugas Panwaslu. Makanya, kita akan bahas bersama dan memilih petugas secara selektif. Tujuannya, supaya pilkada nanti dapat bejalan lancar dan sukses tanpa ada kecurangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: