Belum Mendapatkan Rekom DPP, Harry Ara Tunjukan Sikap Politisi Negarawan

B-CHANNEL, KOTA BOGOR-Pendaftaran pasangan calon (Paslon) pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor di Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bogor pada Rabu kemarin (10/12/18) telah usai digelar. Empat pasangan calon telah diterima KPUD dimana status berkasnya lengkap dan diberi tanda terima.

Keempat pasangan tersebut, antara lain, Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso, Bima Arya Sugiarto (Petahana)- Dedie A Rachim, Achmad Ruyat-Zaenul Mutaqin dan Bapaslon dari jalur perseorangan Edgar Suratman- Ginandjar Sefwelly.

Sebelumnya, ada sejumlah balon Cawalkot juga Wawalkot partai politik yang bakal turut andil dalam pesta demokrasi, namun belum mendapatkan kesempatan maju di Pilkada 2018, karena tidak mendapat rekomendasi dari DPP Partai masing-masing.

Seperti, balon Wali Kota Sopian Ali Agam juga Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Bagus Karyanegara Wasekjen DPP Partai Hanura, Usmar Hariman Ketua DPD Demokrat Kota Bogor, Tauhid J Tagor Ketua DPD Partai Golkar, Najamudin dari PKS dan Atang Trisnanto Ketua DPD PKS.

Dari beberapa nama balon Walkot yang belum mendapatkan kesempatan maju,  ada satu nama balon Wawalkot dari kader Partai Indonesia Raya yang juga mengalami hal sama, yakni Harry Ara.

Kendati begitu, politik yang terkadang keras dan saling serang dalam perebutan kekuasaan ditunjukan berbeda oleh Harry Ara. Itu bisa dilihat dari sikapnya dengan sukarela turut serta mengikuti deklarasi Ruyat-Zaenul, meski ditengah kesibukannya yang lumayan padat.

Tidak sampai disitu, terlihat Kader Gerindra ini ikut mendampingi pendaftaran Paslon RZ di KPUD Kota Bogor sore kemarin.

Ditemui Wartawan di KPU, Ara mengatakan, bahwa proses politik yang ada harus dimaknai sebagai proses pendidikan politik bagi masyarakat. Sebagai pejuang politik saya akan selalu “hadir” bagi Warga Kota Bogor.

“Sikap kenegarawanan politisi saya kira penting dipraktikan bukan sekedar teori. Hal ini pun berlaku bagi paslon yang sudah mendaftar di KPUD mendapat suara terbanyak atau belum itu hal biasa,”ungkap Ara.

Ia berharap publik Kota hujan semakin cerdas mengkuliti paslon dan lebih objektif dengan menilai visi misi dan program kerja apa yang akan dilakukan.

“Kalau memilih hanya karena diajak-ajak dan tidak kita dalami rekam jejak serta integritas, logalitas pada warga yang akan dilayani, maka kita akan menyesal 1 periode (5 tahun mendatang) “pungkasnya optimis.

 

Reporter/foto: Dani Ramdani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: