Berusia Ratusan Tahun, Alquran Mini Bertintakan Emas Ini Tetap Terjaga dan Utuh

Reporter/Foto: Andi M Ridwan

 

B-CHANNEL – Ada sebuah kitab suci Alquran berukuran mini sebesar ibu jari orang dewasa atau sekitar 2 x 2,5 sentimeter yang berusia ratusan tahun di Kampung Parakan Kembang, Rt.03/09, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Dijelaskan oleh KH TB Muhammad Tamyiz, S.Pd.I. pemegang Alquran mini tersebut, bahwa Alquran itu adalah warisan yang diwasiatkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Lebih jauh Tamyiz menerangkan, diperkirakan usia dari Alquran ini, sudah mencapai sekitar 500 tahun atau lima abad. Hal itu, diketahui jika dihitung dari tahun pemegang pertama yakni Pangeran Wijaya Kusuma yang merupakan buyutnya, kemudian turun ke Haji Tubagus Harun Arrasyid selaku kakek, lalu diturunkan lagi ke Haji Mithahudin selaku ayahnya, dan kemudian sekarang diturunkan kepadanya. Artinya sudah empat generasi Alquran mini ini ada.

picsart_06-06-12-01-14

Selain berukuran mini, keunikan dari Alquran ini yaitu ditulis langsung dengan tangan menggunakan tinta emas asli. Terlihat dari warna dan hasil tulisannyapun timbul. Sangat rapih dan detail meski berukuran kecil. Sebagai generasi keempat, Tamyiz yang menerima Alquran mini sebagai warisan dari orangtuanya mengaku tidak banyak tahu perihal Alquran mini bertinta emas yang diwariskan kepadanya. Saat menerima amanat, tidak banyak cerita yang disampaikan kepadanya. Begitupun juga Ia tidak banyak menanyakan hal itu kepada ayahnya selaku pemegang sebelumnya. Yang pasti hingga kini, Alquran itu masih tersimpan dengan baik dan dilestarikan secara turun-temurun oleh keturunan dari penyiar agama Islam di tanah Jawa, Pangeran Wijaya Kusuma, anak dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

picsart_06-06-11-57-38

Karena ukuran tulisan yang sangat kecil, sebagian orang mungkin agak kesulitan untuk membacanya, namun tidak dengan Tamyiz. Ia mengaku sudah sangat mengenal karakter hurufnya dan dengan mudah membaca ayat demi ayat. “Saat di wariskan, ini dulu ada satu bundle. Wadahnya juga terbuat dari emas, hanya wadahnya sekarang udah ga ada karena ada yang ngambil. Selain itu, jarum emas untuk nulisnya juga masih ada. Jadi ini asli tulisan tangan dan asli dari air emas,” jelasnya saat ditemui bogorchannel.

Ia menyebutkan, Alquran ini adalah suatu keistimewaan untuk para keturunannya (Pangeran Wijaya Kusuma,red) dan ini tidak bisa jatuh kepada siapapun termasuk dipegang oleh sembarang orang. “Setiap tahun selalu ada saja yang meliput. Bahkan sebelum ada yang datang selalu ada tanda-tanda yang saya terima lewat mimpi. Karena ini, sebenarnya tidak boleh dikeluarkan. Anak dan istri saya saja tidak tahu karena saya ga pernah cerita. Ini saya persilahkan untuk diliput diharapkan bisa menjadi syiar, kebesaran islam dan ayat-ayat yang tertulis di dalamnya hingga kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada para pecintanya yakni para wali dan ulama,” ungkapnya.

Memiliki Alquran mini bertinta emas bagi Tamyiz merupakan suatu amanah yang diberikan kepadanya. Bagi Tamyiz, ia diperitah oleh orangtuanya untuk menjaga, memelihara dan dilestarikan jangan sampai jatuh ke tangan orang lain. “Baik itu Alquran mini ataupun Alquran besar isi ayatnya sama. Faedahnya, Alquran sebagai pedoman hidup umat muslim. Apabila orang mengamalkan isi dari kandungan Alquran akan selamat dunia akherat. Kalau orang sudah tidak mengamalkan Alquran insha allah akan celaka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: