Bima-Dedie Sisir Keluhan Warga di Bogor Barat

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Gerilya Calon Walikota dan Wakil Wlaikota Bogor Bima Arya – Dedie Rachim (Badra) di kawasan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (15/2/2018), ternyata bukan semata agenda pringas-pringis temu warga.

Dengan berjalan kaki sejauh 6 kilometer bersama Bala Badra, Bima-Dedie menyapa sejumlah warga yang terbaring sakit.

Mengawali gerilya di Kampung Cijahe, Kelurahan Semplak, Bogor Barat, Bima-Dedie menyalami setiap warga yang ditemuinya dari gang ke gang.

Tiba di Kampung Cemplang RT03/RW13, Cilendek Barat, keduanya menemui seorang kakek renta bernama Entong (85) yang mengidap penyakit prostat. Keduanya juga tampak memanjatkan doa untuk kesembuhan kakek tersebut serta memberikan semangat kepada keluarga.

Perjalanan kembali dilanjutkan ke Kampung Baru RT 6/RW 1, Curug Mekar. Di sana Bima-Dedie menjenguk bocah berusia 10 tahun bernama Farhan. Anak tunggal pasangan Ipit Sukria dan Rihmayanti itu sebelumnya sempat kritis dan koma akibat adanya cairan di kepala.

“Dari umur 6 tahun sering demam dan kejang. Terakhir dokter bilang ada tumor di kepala Farhan. Sudah lima kali operasi,” ucap Rihmayanti kepada Bima-Dedie.

Mendengar itu, raut wajah paslon nomor urut tiga itu nampak sedih, terlebih ayah dari Farhan hanya pekerja serabutan. Terlihat juga, Bima Arya mencatat nomor Rihmayanti.

“Saya catat dulu alamat sama nomor teleponnya. Nanti apa yang bisa kami bantu, segera diambil tindakan cepat termasuk koordinasi dengan pejabat terkait,” ujar Bima.

Dalam gerilya itu juga Bima-Dedie sempat melintasi perkebunan yang dikelola oleh Totong (74), seorang kakek pensiunan PNS Kopassus. Kebun yang dikelola Totong merupakan kebun milik orang lain. Dedie mengapresiasi semangat Totong lantaran masih mau bertani memanfaatkan kebun kosong menjadi lahan produktif dengan ditamani ubi serta singkong.

Tak jauh dari lokasi itu, Bima-Dedie kemudian ‘dicegat’ oleh sekumpulan ibu yang ingin berswa foto bersama pasnagan Badra. Kemudian mereka mengajak ibu-ibu itu untuk meminum jamu dari pedagang yang kebetulan melintas.

Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Taman Yasmin. Di sana warga yang ditemui Bima-Dedie mengeluhkan jalan rusak sejak diserahkan menjadi fasos fasum oleh developer kepada Pemkot Bogor serta meminta Bima-Dedie untuk menertibkan pasar kaget di Bunderan Taman Yasmin.

Sejumlah keluhan warga yang ditemui pasangan ini dicatat untuk diambil langkah-langkah konkret untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Dalam gerilya itu juga, Bima Arya sempat berhenti disebuah barbershop di kawasan Cilendek Timur. Bima yang dampingi Dedie kemudian meminta tukang cukur untuk merapihkan rambutnya yang mulai panjang.

Tukang cukur Qiew Barbershop, Ricky (35), mengaku senang dengan kedatangan Bima-Dedie di tempatnya. Ia mengaku canggung ketika harus memegang kepala sang walikota nonaktif itu.

“Deg-degan sih tapi bangga bisa pegang dan cukur kepala walikota,” ucap Ricky, lalu tertawa.

Badra Gerilya diakhiri di Posko Pemenangan BBM (Baraya Bima Arya – Dedie Rachim) yang di ketuai oleh Bendahara Golkar Kota Bogor Refilianosa di kawasan Menteng Asri. Di sana Bima-Dedie bersama Bala Badra menikmati Bubur Ayam dan Bakso.(*)

 

Release/foto: release

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: