Buku #Abdi Bogor Bima Arya Karya Fenty Efendi Dibedah

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Merajut silaturahmi bersama 60 followers instagram @bimaaryasugiarto, Calon Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menggelar buka puasa bersama sekaligus bedah buku Bima Arya #AbdiBogor” karya Fenty Effendi, Senin, (11/06/18) malam

Dalam rangkaian acara yang di gelar di Pendopo 6, Komplek Baranangsiang Indah, Katulampa, Bogor Timur (kediaman pribadi Bima Arya), Bima banyak bercerita tentang pengalaman kehidupan pribadi serta jenjang karirnya sebelum hingga dirinya menjadi Walikota Bogor.

Setelah panjang lebar bercerita, Bima pun memberikan kesempatan kepada para Followers untuk bertanya kepada dirinya, setelah mendapatkan kesempatan untuk berdialog secara langsung bersama mantan sekaligus calon Walikota Bogor nomor urut 3 itu, alhasil, beberapa pertanyaanpun di lontarkan oleh beberapa Followers.

Salah satu pertanyaan tersebut di lontarkan oleh Abdul, Followers asal Bogor yang memberikan pertanyaan tentang apa yang melatar belakangi Bima Arya dari seorang pengamat politik hingga akhirnya terjun berpolitik?
Dengan spontan Bima menjawab pertanyaan yang di lontarkan kepada dirinya, Bima menjelaskan salah satu alasan yang mendorong dirinya dari pengamat politik hingga terjun langsung ke dunia berpolitik salah satunya yaitu nasehat dari ayahnya.

“Ketika jadi pengamat politik itu tahun 2008, saya mengalami kehidupan yang mungkin di mimpikan banyak sekali akademisi, menghiasi panggung-panggung ilmiah maupun non ilmiah, jadi mulai saya berbicara di kampus-kampus sampai takshow di Stasiun Televisi, waktu saya dari pagi sampai malam tersita untuk pindah dari panggung ke panggung, darimulai panggung seminar, simposium hingga talkshow seluruh Indonesia, sampai suatu saat saya duduk di kamar, dan berenung tentang waktu saya yang banyak tersita untuk banyak orang namun waktu untuk sendiri tidak ada tidak dan waktu untuk keluarga berkurang, belum lagi saya di tusuk dengan nasehat ayah saya

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki manfaat untuk manusia lain” disisi lain saya pernah mengamati masalah kota bogor waktu itu, hingga saya merasa bersalah, jadi manfaat buat kota saya apa? dan disitulah saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik, titik balik saya di fase itu, yaitu nasehat ayah saya, kalo jadi Wali Kota tidak ada manfaatnya saya akan stop. Jawabnya.

 

 

Reporter/foto: Achmad Jumaedi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: