Camat Bogor Selatan Janji Hentikan Proses Perizinan Rumah Bernyanyi Inul

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Penolakan keras dari warga RW 05 Kampung Gandok, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, terkait keberadaaan rumah bernyanyi inul yang berada di Jalan Raya Tajur, juga mendapat respon segar dari Camat Bogor Selatan, Sujatmiko Baliarto yang berjanji akan menghentikan proses perizinan tempat hiburan yang saat ini sudah sampai ke mejanya.

Hal tersebut disampaikan Sujatmiko setelah menerima laporan dari Ketua RW 05 Abdul Roziq bahwa adanya penolakan dari warga yang akan terkena dampak kebisingan serta menjaga kondusifitas wilayah dan kenyamanan warga.

“Saya sudah menginformasikan kepada warga bahwa proses perizinan yang tengah ditempuh oleh rumah bernyanyi inul tidak akan dilanjutkan. Insha Allah sudah tidak ada masalah ya. Mudah-mudahan warga menjadi nyaman dan kondusif,” terang Sujatmiko kepada warga, Minggu (3/9/2017).

Sujatmiko mengaku langsung mengambil keputusan demi terciptanya kondusifitas wilayah serta membuat kenyamanan di tengah masyarakat. Namun ia juga mengingatkan kepada warga, itu semua tercipta ketika warga menginginkan yang terbaik untuk lingkungan masyarakat.

“Tentu semua tergantung warga sendiri untuk yang terbaik. Saya sebagai Pamong bertugas melayani dan memfasilitasi apapun yang menjadi harapan masyarakat. Karena kami bekerja untuk melayani,” ucap Sujatmiko.

Mantan Camat Bogor Timur tersebut juga menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk menciptakan kondusifitas wilayah masing-masing. Ia berharap warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa mengkhawatirkan berdirinya rumah bernyanyi Inul yang jaraknya berdekatan dengan permukiman warga tersebut.

“Salam hangat kami untuk seluruh warga, mungkin Senin saya ga jadi ke Tajur, karena sudah jelas dan selesai. Terimakasih, mohon dibantu untuk menciptakan kondusifitas wilayah kita bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara para tokoh pemuda Kampung Gandok yang rencananya akan melakukan berbagai upaya untuk mengagalkan berdirinya tempat hiburan tersebut, meminta keputusan yang diambil oleh camat dan disampaikan secara lisan tidak berubah.

“Saya akan menagih kembali ucapan Pak Camat jika suatu saat ada upaya kembali proses perizinan yang dilakukan. Selain itu, tempat karaoke tersebut akan kami pantau selama 24 jam setiap harinya karena saat ini masih ada orang yang bekerja memperbaiki ruko yang akan dijadikan tempat hiburan tersebut,” ujar salah satu tokoh pemuda Eko Rosandi.

Senada, Adi Bagol salah satu tokoh pemuda lainnya meminta camat konsisten dengan pernyataannya hari ini. Karena, menurutnya jika sampai tempat karaoke tersebut beroperasi, ia beserta ratusan warga lainnya akan terganggu dengan suara kebisingan yang ditimbulkan. Sehingga, kondusifitas dan kenyamanan warga tidak akan tercapai.

“Saya minta menjaga komitmennya masing-masing, baik kami sebagai warga maupun pengurus RT, RW serta camat yang berjanji akan menghentikan proses perizinan dan tidak melanjutkan kegiatan apapun terkait tempat karaoke,” tegas Adi.

 

Reporter/Foto: Dani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: