Dadang : Selamat Ulang Tahun ke 536 Kota Bogor, Kami Siap Perbaiki

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Selamat ulang tahun Kota Bogor ke 536 tahun. Demikian disampaikan Calon Walikota (Cawalkot) Dadang Iskandar Danubrata melalui rilis yang disampaikannya. Kemarin, Minggu (3/6/2018), dua aderah kembar yakni Kota dan Kabupaten Bogor peringati hari jadinya, tepatnya pada 3 Juni.

“Dikutip dari sejumlah sumber, penetapan tanggal 3 Juni karena pada tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran saat itu,” kata cawalkot yang berpasangan dengan Sugeng Teguh Santoso saat diwawancarai media online ini, Senin (04/06/18).

“Kota hujan, demikian julukan untuk Kota Bogor. Bagi warga Kota Bogor, kota yang dididiami tak hanya membuat nyaman, tapi juga ngangenin bagi smeua orang,” kata Dadang, Senin (04/06/18)

Dia menambahkan, sebutan kota hujan ini dikarenakan daerah ini memiliki intensitas curah hujan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan daerah Indonesia lainnya. Menurutnya, letak geografis Kota Bogor yang berada di antara Gunung Gede dan Gunung Salak berada di antara ketinggian 190-330 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata per bulannya tertinggi 26 derajat celcius atau terendah 21,8 derajat celcius, membuat Bogor sering diguyur hujan.

“Itu alasannya kenapa Bogor sering tetap hujan meski musim di negeri kita sudah memasuki musim kemarau. Dengan alasan itu pula, mulai muncul sebutan atau julukan “Bogor Kota Hujan”. Bogor, sejak era kependudukan Belanda hingga sekarang masih menjadi tempat yang paling difavoritkan. Dulu, Bogor merupakan salah satu kota peristirahatan di zaman Belanda,” tuturnya.

Cawalkot usungan PDI perjuangan dan PKB Kota Bogor ini melanjutkan, salah satu peninggalan Belanda untuk menjaga keasrian kota yang masih terjaga hingga saat ini yakni Kebun Raya Bogor (KRB). Sementara, warisan pemerintahan era Bung Karno dalam tata kota adalah banyaknya lembaga penelitian termasuk IPB yang meneguhkan makna keindahan sebagai kota peristirahatan dan kota pengembangan ilmu pengetahuan.

“Keberadaan KRB, merupakan salah satu wilayah konservasi lingkungan, serta sikap pemerintah yang peduli dengan tata ruang dan tata wilayah kota. Namun, belakangan kesan tata kota semrawut tertinggal di banyak orang.

Terbukti dengan banyaknya bangunan yang mengabaikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti di sepanjang Jalan Pajajaran, hingga pembangunan yang berdiri di area ruang tangkap aiar atau area hijau seperti di tepi Sungai Cibalok, Tajur. Serta, belum adanya zonasi yang jelas penataan tata ruang kota,” ujarnya panjang lebar.

Masih kata Dadang, buruknya wajah tata kota juga terlihat dari tidak adanya penambahan jaringan jalan baru, hingga banyaknya pembangunan pusat perbelanjaan, seperti yang terkini hadirnya mall baru di Jalan Abullah Bin Nuh.

“Kota Bogor kini, boleh dibilang jauh dari sebutan nyaman disbanding yang dulu. Kemacetan yang terjadi disejumlah tempat. Ditambah lagi, minimnya kesadaran pengemudi angkutan umum membuat kondisi kemacetan semakin parah. Banyak warga Kota Bogor yang mengeluhkan buruknya tata kota kekinian kepada saya, saat berkunjung ke sejumlah tempat,” lanjutnya.

Kata Dadang, jika ingin merasakan kenyamanan Kota Bogor seperti dulu, hanya bisa terlihat saat Lebaran tiba.

“Udara bersih dan nyaman hanya terlihat saat Lebaran. Dibanyak tempat terlihat sepi kendaraan, dan terasa asri.

Mirip dengan Kota Bogor masa lalu saat saya masih kecil. Saya menyayangkan pemerintah daerah saat ini terkesan kurang memperhatikan tata kota, juga lingkungan. Pencemaran udara seperti sesuatu yang lumrah terjadi. Pemkot Bogor seperti tak berdaya mengendalikan tata ruang hingga kualitas lingkungan dan udara.

Banyaknya perumahan di jalan utama yang kini berubah menjadi toko, waralaba, hingga outlet membuktikan, pelanggaran tata ruang dan wilayah seperti dilakukan pembiaran. Dan, saya berharap pemimpin Kota Bogor mendatang yang terpilih dari hasil pilkada bisa melakukan perbaikan untuk Bogor bersama ,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: