Daftar ke KPU, Paslon “Badra” Kenakan Kemeja Kotak Bercorak Hitam Putih

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Calon petahana Bima Arya Sugiarto dan Dedie A. Rachim sebagai wakilnya, mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor, Rabu (10/1/18).

Bima dan Dedie, paslon pemilik jargon “Badra” ini kompak. Keduanya mengenakan seragam kemeja kotak-kotak bercorak hitam putih, bak mirip mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok-Jarot, namun beda warna, saat jadi peserta Pilkada DKI Jakarta sebagai paslon Gubernur dan Wakil Gubernur beberpaa waktu lalu.

Ditanya apa makna dari corak seragam tersebut, Bima mengatakan, warna kemeja kotak-kotak hitam putih ini merupakan warna dasar, bahwa semua orang punya warna hitam atau putih.

“Jadi ini sebagai simbol bagi kami, bahwa kami siap bekerja, siap kotor-kotoran, siap ada dilapangan, dan juga simbol kami siap membenahi serta membersihkan Kota Bogor ini,” tegasnya.

Sementara menanggapi Pilkada 2018, dimana dirinya maju kembali sebagai petahana, diakuinya hawa demokrasi di Kota Bogor begitu dinamis dan bergairah.

Menurutnya, nama-nama yang diunggulkan untuk disahkan sebagai calon adalah tokoh-tokoh Bogor, para kandidat yang memang memiliki rekam jejak keputusan yang tinggi terhadap Kota Bogor.

“Saya bangga dengan munculnya para tokoh itu dan Insha Allah kita sama-sama berkeyakinan untuk menyaksikan nantinya Pilwalkot di Kota Bogor yang bukan saja mendidik, mencerahkan, tetapi mempersatukan semua,” ucapnya.

Ia menambahkan, semua paslon yang ada merupakan lawan yang cukup berat dan sosok yang luar biasa serta menjadi kehormatan baginya untuk sama-sama menyisir ruang pesta demokrasi ini.

“Tentu saja kami memperlajari semua hasil survey, tetapi kami menyakini untuk tidak terlena terhadap semua unsur survey, karena politik begitu dinamis, cair, sehingga bagi kami semua perlu tetap dicermati dan diwaspadai,” ungkapnya.

Ia berharap, kebersamaan ini bisa tetap terjaga. Selain itu, dirinya bersyukur dan berbangga, karena telah didukung oleh partai yang selama ini cukup strategis, mengakar dan berpengaruh di Kota Bogor.

“Kelima partai ini, Insha Allah akan terus menjalin kebersamaan untuk mewujudkan satu Pilwalkot di Kota Bogor yang mencerahkan dan mempersatukan, serta kami melihat bahwa ini satu proses demokrasi yang harusnya memberikan manfaat bagi semua,” tandasnya.

Bima dan Dedie diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar, Nasdem, Demokrat dan Hanura, sedangkan PBB serta Perindo sebagai partai pendukung.

Sementara, pasangan ini merupakan pendaftar kedua sejak KPUD Kota Bogor membuka pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2018-2023, Senin 8 Desember 2018 lalu.

 

Reporter: M. Taufik Hidayat
Foto: Andi M. Ridwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: