DKLH Kenalkan Truk Penyapu Jalan Kota Bogor

Reporter: Herry Priyatna
Foto: Andi M Ridwan

 

B – CHANNEL – Mobil Penyapu Jalanan atau yang disebut Road Sweeper, kini mulai banyak digunakan di beberapa kota besar Indonesia. Termasuk Kota Bogor salah satunya.

Untuk pertama kali di Kota Bogor, Sweeper atau truk penyapu jalanan ini penggunaannya berada dibawah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Bogor. Truk ini diluncurkan pada awal Januari 2017 bertepatan dengan peresmian pedestrian lingkar Istana-Kebun Raya Bogor, pada Sabtu (14/1) lalu.

Truk buatan Jerman yang pembeliannya masuk dalam tahun anggaran 2016 ini, mampu mengangkat sampah hingga empat meter kubik, yang menjadikan truk ini mampu bekerja efektif dan efisien untuk membersihkan sampah di jalanan.

img-20170118-wa0005img-20170118-wa0006

Menurut Plt Kepala DKLH Kota Bogor, Elia Buntang, menjelaskan, sweeper atau truk sapu itu berfungsi untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di jalan utama. Truk ini, dilengkapi dengan beberapa kemampuan diantaranya sebagai mesin sapu, alat penyemprot air dan penyedot sampah. Artinya, setiap kali dioperasikan fasilitas tersebut memiliki fungsinya masing-masing.

“Jadi, sebelum sampah-sampah itu di sapu, terlebih dahulu disemprot pakai air dengan kapasitas 1000 liter. Tujuannya, supaya sampah atau debu tidak beterbangan, serta mempermudah proses pembersihan sampah di jalanan ,” terang Elia saat ditemui bogorchannel.co.id di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menambahkan, untuk rute operasinya, baru di sepanjang jalan SSA atau diseputar Kebun Raya Bogor (KRB). Truk ini baru ada satu unit. Kami berharap kedepannya bisa bertambah. Tapi itu kembali lagi ke anggaran dan kebijakan pemerintah. Kalau di daerah lain seperti DKI sudah punya 40 unit mobil sweeper.

“Saat ini, kami memprioritaskan pembersihan sampah di sepanjang jalan SSA. Kedepan, kami akan coba di beberapa titik, seperti Jalan Sudirman, Jalak Harupat, Kapten Muslihat, Djuanda dan jalan-jalan raya lainnya,” ungkap Elia.

img-20170118-wa0003img-20170118-wa0004

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan pada DKLH Kota Bogor, Daden Hidayat, menuturkan, dengan bahan bakar solar berkapasitas maksimal 65 liter, setiap hari truk Sweeper tersebut bekerja mulai jam 04.00 subuh hingga jam 07.00 pagi WIB. Jam operasionalnya sengaja dilakukan pagi karena proses pembersihan sampah di jalan harus steril dan konstitusional, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Kami lakukan pembersihan sampah itu setiap subuh, tujuannya supaya tidak mengganggu arus lalu lintas. Sebab, proses pengoperasiannya butuh waktu dan ketelitian,” jelasnya.

Untuk cara kerjanya, Daden menerangkan, cara kerja truk Sweeper ini cukup unik. Dua sapu hidrolik yang berada di sayap mobil berfungsi menggiring sampah masuk mesin penyedot. Di saat yang sama, muncul semprotan air yang berfungsi menetralisasi debu saat pembersihan. “Untuk perawatannya juga cukup mudah, karena hanya perlu membersihkan mesin penyedot dan penampung sampah setelah pemakaian,” katanya.

Layaknya alat mutakhir, sambung Daden, truk sweeper mampu membuang kesan repot saat membersihkan kotoran. Cukup menggerakkan tombol dan tuas dalam kabin, sampah bisa dibersihkan sesuai arahan. Kemampuan membersihkannya pun mumpuni, sehingga dapat membantu beban petugas penyapu jalan.

“Meski sudah ada truk sweeper, untuk petugas penyapu jalanan masih diberdayakan dan tidak ada pengurangan. Jadi, sweeper untuk membersihkan sampah-sampah dijalan utama dan tidak mengganggu aktivitas penyapu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: