DPD Golkar Kota Bogor Minta Bima Segera Serahkan SK Rekomendasi DPP

B- CHANNEL, KOTA BOGOR– Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor mengaku kecewa terhadap sikap Calon petahana Bima Arya Sugiarto yang sampai hari ini belum melakukan langkah komunikasi baik dengan jajaran kepengurusan DPD Golkar Kota Bogor, terlebih dirinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar.

“Sudah lebih dari 1X24 jam sejak SK rekomendasi dari DPP diserahkan ke Bima dan Dedie, tetapi sampai saat ini juga, Bima belum berkomunikasi. Menelpon juga belum ada, padahal persoalan kelanjutan SK rekomendasi itu sangat penting di bahas di internal partai. Kami kecewa dengan situasi seperti ini,” ungkap Tagor Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Sabtu (6/1/2018) kemarin.

Bukan hanya itu, Tagor yang didampingi Sekretaris Heri Cahyono dan Bendum Rafly, usai menggelar rapat pleno di Kantor DPD Golkar, Jalan Cikuray, Bogor, menyatakan, DPD Golkar Kota Bogor belum menerima SK rekomendasi yang secara resmi sudah diserahkan oleh Ketua DPP Golkar Airlangga Hartanto kepada pasangan calon (Paslon) Bima dan Dedie.

Seharusnya, lanjut Tagor, SK rekomendasi dari DPP itu segera dilaporkan oleh pasangan calon kepada DPD Golkar Kota Bogor. Dan selanjutnya, SK itu akan dibahas di internal DPD Golkar Kota Bogor, melalui rapat pleno kaitan persiapan persiapan untuk mendaftar ke KPU. Sebab SK rekomendasi tersebut nantinya yang mendaftarkan ke KPU adalah partai, bukan semata mata paslon saja.

“Harusnya Bima segera menyerahkan ke DPD. Banyak yang akan dibahas oleh internal, bukan soal penyerahan SK rekomendasi saja, dan Bima harus mengerti soal itu. SK rekomendasi dari DPP kan dibawa oleh Bima. Bukti fisiknya saja kami belum melihat,” ungkapnya.

Menurut Tagor, manuver apapun boleh saja dilakukan oleh Bima Arya, tetapi etika tetap harus dipakai dalam berpolitik dan bersikap apapun.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono menambahkan, internal Golkar memiliki struktur kepengurusan dari DPD hingga tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Heri menyayangkan, sikap Bima yang sudah mendapatkan SK rekomendasi DPP Golkar, sampai saat ini belum melakukan komunikasi dengan Ketua DPD Golkar Kota Bogor.

“Seharusnya yang bersangkutan merapat ke DPD Golkar Kota Bogor untuk merumuskan dan mengadakan rapat bersama,”katanya.

Berdasarkan intruksi dari DPD Jawa Barat, bahwa pasangan Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi akan daftar ke KPU dilanjutkan deklarasi di Pilgub Jabar pada hari Selasa (9/1/2018) mendatang. Sedangkan sampai saat calon yang diusung DPP Golkar belum melaporkan apapun ke DPD Golkar Kota Bogor.

“Ini yang aneh dan lucu. Semua tahu dan sudah ramai bahwa Bima akan daftar ke KPU Kota Bogor pada hari Selasa, otomatis waktu itu akan bentrok dengan pendaftaran di Jawa Barat. Seharusnya menyangkut hal hal tehnis bisa dibicarakan oleh Bima dengan kami Partai Golkar sebagai partai pengusungnya,” tandasnya.

Dengan adanya keputusan DPP Golkar yang mengusung Bima dan Dedie, Heri menegaskan bahwa seluruh jajaran Golkar di Kota Bogor akan fatsun dan siap bekerja memenangkan Pilwalkot.

“Kita semuanya fatsun dan siap bekerja, tetapi semua ada mekanisme dan aturan serta tahapan yang harus dilakukan atas kebersamaan antara paslon dengan partai pengusung. Jadi harus ada etika politiknya, bukan sekedar bermain di pusat, sehingga daerah ditinggalkan begitu saja. Waktu ke pendaftaran sudah sangat mepet, jadi harus segera disiapkan,” pungkasnya.

 

Reporter/foto.doc: M Taufik Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: