FORMI Gelar Pelatihan Standarisasi Wasit dan Juri Olahraga Tradisional

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Bogor bekerjasama dengan DPD Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Bogor dan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, menyelenggarakan pelatihan Standarisasi Wasit dan Juri Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor tahun 2018. Pelatihan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut, berlangsung di gedung KNPI Kota Bogor, GOR Padjadjaran, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (20/1/18).

Ketua FORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, pelatihan ini sebagai langkah pertama kegitan FORMI Kota Bogor untuk membentuk tim Wasit dan Juri Olahraga Tradisonal, sehingga nanti jika ada pertandingan di Kota Bogor berkaitan dengan Olahraga Tradisional, Kota Bogor sudah mempunyai Wasit, Juri dan sebagainya.

“Permainan tradisional di era globalisasi ini, sudah mulai ditinggalkan, bahkan anak-anak jaman sekarang tidak mengenal olahraga tersebut. Padahal, Olahraga Tradisional ini sudah di akui resmi, baik secara Nasional maupun Internasional dan ada standarisasinya. Nah, sekarang kita sedang melakukan pelatihan untuk itu,” ucap Zaenul kepada bogorchannel.co.id.

Zaenul menjelaskan, Olahraga Tradisional merupakan permainan rakyat, sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional yang dapat dilakukan secara baik dan menyenangkan serta makin digemari oleh masyarakat.

“Langkah awal yang harus diberikan terlebih dahulu adalah dengan menyiapkan wadah, kemudian wasit dan juri yang kualitas sumber daya manusianya dengan berbasis kompetensi. Upaya mewujudkan tujuan tersebut, tentunya dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan melakukan pembinaan dan pelatihan secara berkesinambungan,” jelasnya.

Menurut Zaenul, Olahraga Tradisional adalah permainan yang dapat dimainkan mulai dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa sesuai dengan karakter permainannya, yang semula dilakukan sebagai pengisi waktu luang karena sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya banyak, antara lain seperti olahraga hadangan, egrang, terompah panjang, dagongan dan sumpitan.

“Nah, inilah yang kemudian saya ingin mengenalkan kembali kepada masyarakat bahwa olahraga-olahraga ini adalah olahraga yang tidak perlu mengeluarkan biaya, olahraga murah tetapi sama tujuannya membuat masyarakat itu sehat,” katanya.

Lebih lanjut, Zaenul menambahkan, pastisipasi masyarakat Kota Bogor terhadap olahraga masih kurang, tetapi ini juga menjadi tanggung jawab bersama untuk mengajak masyarakat tetap berolahraga.

“Setelah mengikuti pelatihan ini secara teori dan praktek dilapangan, peserta juga akan diberikan sertifikat resmi dari Dispora Jabar. Mudahan-mudahan ini dapat berlanjut, dan misi kita membuat masyarakat sehat bisa terwujud dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya.

 

Reporter/Foto: M. Taufik Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: