Keliling Bogor Utara, STS Kunjungi Warga Sakit dan Tidak Mampu

B-CHANNEL, KOTA BOGOR–  Hari ini, Rabu (21/02/18), pasangan calon (paslon) nomor urut 4, blusukan ke sejumlah tempat di Kecamatan Bogor Utara.

Saat kunjungi RT 03 RW 01, Kelurahan Bantarjati, Sugeng Teguh Santoso mendatangi kediaman salah satu warga, Ibrahim (80) yang tengah terbaring sakit.

Ketua RT03, Jaya yang saat itu mendampingi menyampaikan, Ibrahim sudah lama tak berobat karena keterbatasan biaya.

“Pak Ibrahim tidak berobat karena tidak memiliki BPJS. Ia tidak mampu membayar biaya BPJS yang harus dibayar 1 bulan sekali, sedangkan istrinya Omi (73) juga menderita sakit lumpuh,” kata Jaya.

Pasangan suami isteri (pasutri) tersebut tinggal di rumah tidak layak huni dan hanya bisa pasrah dengan sakit yang dideritanya.

Selain kunjungi kediaman Ibrahim dan Omi, Cawawalkot yang berpasangan dengan Dadang Iskandar Danubrata ini juga mendatangi kediaman beberapa warga lainnya. Salah satunya, Masenun (75), wanita lansia yang tinggal di RT 05, RW 02. Tak beda dengan sebelumnya, wanita lansia tersebut juga diketahui tengah sakit dan tak bisa berobat karena keterbatasan ekonomi.

“Dinas Kesehatan Kota Bogor semestinya harus bisa memperhatikan masyarakat yang kurang mampu. Jika diketahui ada warga Kota Bogor dengan keterbatasan ekonomi tak bisa berobat, seharusnya segera turun tangan membantu memberi kemudahan,” tukas Sugeng.

Pria yang akrab disapa STS ini melanjutkan, layanan masyarakat Kota Bogor mendatang masih perlu disempurnakan.

“Dari beberapa kunjungan, saya melihat masih banyak warga tak mampu takut berobat karena tak punya uang. Suatu potret sosial bahwa masih banyak masyarakat kurang mampu terbengkalai dalam hal kesehatan,” tuturnya.

Pada tempat berbeda di hari yang sama, Calon Walikota (Cawalkot) Dadang Iskandar Danubrata juga bergerilya di kecamatan yang sama. Cawalkot yang juga politisi PDI Perjuangan Kota Bogor tersebut sempat menyusuri lahan Angkahong dan berdialog dengan masyarakat setempat, dan mendengar aspirasi beberapa pedagang di Pasar Jambu Dua.

“Di Pasar Jambu Dua, masih banyak kios yang belum terisi. Dan, saya berdialog dengan pedagang pasar. Intinya, mereka berharap perlu ditata lebih baik lagi agar pendapatan mereka bisa meningkat. Kedepan, idealnya pasar tradisional perlu dipersolek lebih baik lagi sehingga membuat nyaman pembeli,” pungkasnya. (*)

 

Release/foto.doc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: