Kenali Serangan “Angin Duduk”, Ini Penjelasannya

B-CHANNEL – Siapa yang tidak kenal dengan istilah “angin duduk” ? Istilah ini hanya ada di Indonesia, jika ada seseorang yang meninggal secara mendadak, tidak jarang penyebabnya selalu dikaitkan dengan angin duduk. Padahal, sebagian besar orang-orang hanya mengetahui namanya saja, tidak memahami pengertian sebenarnya dari angin duduk tersebut. Disini, mari kita mengenal lebih jauh pengertian angin duduk ini, seperti apa gejalanya ? Dan bagaimana pengobatan serta pencegahannya ?

Dalam istilah medis, angin duduk adalah Angina atau Angina Pectoris merupakan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebabkan ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen dengan cukup. Terganggunya pasokan darah ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Tidak hanya itu, di dunia kedokteran istilah angin duduk ini merupakan penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA) dimana bentuk lain dari Penyakit Jantung Koroner. Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah salah satu jenis penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia.

Selain itu, gejala angin duduk biasanya diawali dengan timbulnya rasa nyeri dada, sesak napas, tubuh terasa lelah, mual, pusing, gelisahdan mengeluarkan keringat berlebihan. Sejauh ini, penderita angin duduk lebih banyak terjadi pada orang dewasa, terutama pria. Peningkatan risiko ini dimulai pada umur 45 tahun pada pria, sedangkan pada wanita dimulai pada umur 55 tahun. Angin duduk ini dapat terjadi kapan saja dan gejalanya semakin parah dalam hitungan menit atau jam.

Adapun pengobatan yang harus segera dilakukan ketika seseorang mengalami angin duduk, yakni jika seorang yang secara tiba-tiba merasakan nyeri dada sebaiknya menghentikan aktifitas apapun, kemudian meminum obat antiplatelet. Obat antiplatelet yang paling mudah didapatkan adalah aspirin. Segera pergi ke rumah sakit terdekat agar ditangani oleh dokter bagian kardiovaskular atau dokter ahli jantung.

Disamping itu, ada juga pengobatan secara tradisional untuk menyembuhkan angin duduk adalah menelan 1 siung bawang putih yang sudah dikeprek. Cara tersebut bermanfaat untuk mengatasi angin duduk dengan gejala perut kembung, nyeri ulu hati, tidak bisa kentut dan tidak bisa buang air besar. Tetapi, penggunaan bawang putih untuk mengatasi gejala angin duduk tidak serta merta menghilangkan gejala dan bahaya dari angin duduk. Sebagai antisipasi, segera setelah menelan bawang putih, bawalah penderita ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan intensif.

Nah, untuk pencegahannya bisa dengan rutin berolahraga, menjaga pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat untuk jantung seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh. Hindari makanan yang berbahaya bagi jantung seperti makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Selain garam, waspadai juga makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti jeroan, santan, keju, gorengan dan mentega. Menjaga berat badan agar tidak terjadi obesitas, membatasi konsumsi minuman keras dan berhenti merokok.

Perlu diketahui, meskipun tidak semua nyeri dada berhubungan dengan penyakit jantung, Anda tetap harus waspada. Temui dokter jika tiba-tiba Anda merasakan nyeri pada dada, meskipun belum pernah terdiagnosis menderita masalah apa pun pada jantung. Walau tidak semua nyeri dada disebabkan oleh gangguan pada jantung, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang paling aman. Jika gejala angin duduk yang terlambat dan tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 30 menit kemudian, karena itulah angin duduk dapat dianggap sebagai gejala/penyakit yang berbahaya.

 

Reporter : M. Taufik Hidayat
Foto : Ilustrasi/net
Editor: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: