Keterampilan dan Pendidikan Perempuan Berperan Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi

B-CHANNEL, CISARUA– Kemandirian dalam ekonomi merupakan salah satu hal yang menjadi concern pemerintah. Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya ialah melalui pemerataan tingkat keterampilan dan pendidikan masyarakat, agar dapat berdaya secara ekonomi atau bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Demikian disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fajar Riza Ul Haq, dalam kunjungannya ke Lembaga Kursus & Pelatihan Viderista (LKP Viderista), di Cisarua, Bogor, Kamis (23/11/17).

LKP Viderista merupakan lembaga kursus dan pelatihan yang menyasar kaum perempuan di bidang Tata Rias Pengantin, Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, Tata Boga, Spa, Hantaran, dan Tata Busana, yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu. Baru-baru ini, LKP Viderista masuk ke dalam program penerima bantuan pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUD & Diknas Kemendikbud.

Fajar menambahkan, LKP Viderista merupakan salah satu contoh institusi penting dalam membantu program pemerintah untuk mengentaskan persoalan yang ada di wilayah pendidikan, keterampilan, dan pertumbuuhan ekonomi.

“Dalam menghadapi problem masyarakat yang terpaksa putus sekolah, LKP Viderista bisa menjadi harapan, selain juga masyarakat kita ajak untuk mengikuti Kejar Paket,” ujar Fajar. Menurutnya, pemerintah saat ini telah membuat program wajib kembali ke sekolah bagi mereka yang belum sempat menyelesaikan pendidikannya.

Khusus LKP Viderista, Fajar menilai LKP ini memiliki peran strategis dalam menciptakan sosok-sosok perempuan yang bisa berdaya secara ekonomi dan bahkan bisa menciptakan peluang pekerjaan. “Ini penting, karena lapangan pekerjaan yang ada seperti menjadi buruh pabrik atau bekerja di pemerintahan tidak dapat menjanjikan dalam menampung jumlah perempuan, selain juga rentan PHK,” imbuh Fajar.

Komitmen Pemerintah

Muslihudin, tokoh masyarakat yang juga turut hadir mendampingi kunjungan Fajar, menyampaikan harapannya agar pemerintah tetap memberi perhatian yang cukup bagi kehadiran LKP-LKP di tengah masyarakat. Senada dengan Fajar, Muslihudin menilai LKP memiliki posisi strategis untuk melahirkan sosok-sosok perempuan yang berjiwa wirausaha sehingga dapat berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Bogor, Sahrudin menjanjikan bantuan berupa tanah seluas 4 hektar untuk dijadikan fasilitas pelatihan yang dananya berasal dari dana desa. “Melalui RT dan RW, kita akan data kembali perempuan-perempuan yang hendak ikut pelatihan agar dapat mengembangkan keahlian,” tutur Sahrudin.

Fajar mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mendukung masyarakat melalui LKP-LKP yang ada. Namun demikian, Fajar berharap agar masyarakat juga dapat saling bergotong royong untuk membangun kemandirian dalam menciptakan lapangan pekerjaan.[rillis]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: