KNPI Minta Lahan PDAM Tak ‘Diobral’ 

B-CHANNEL, KOTA BOGOR-.Ketua PK KNPI Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor Ahmad Irfan menyoroti keberadaan pembangunan Transmart di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan.

Dirinya mewakili pemuda Bogor Selatan serta warga, meminta pengembang tidak melanjutkan pembangunan Transmart. Dirinya juga menolak pembangunan yang akan dijadikan minimarket terbesar di kawasan pusat perbisnisan itu, sebab berdampak terhadap lingkungan.

“Saya juga berharap. Lahan milik PDAM Tirta Pakuan yang tak jauh dari lokasi jangan diobral atau disewakan kepada pihak Transmart. Dari keterangan yang ada di media massa, di lokasi milik PDAM tersebut ada pipa yang sangat vital dalam mengaliri air ke wilayah di Kota Bogor, sehingga jangan ambil resiko dengan menyewakannya,” tegas dia, Selasa (17/03/18).

Irfan menilai, kawasan Tajur itu pusat bisnis yang besar dan dan sudah sangat padat. Ini jelas akan semakin berdampak terhadap arus kemacetan jalur kawasan Tajur. KNPI Bogor Selatan juga meminta Pemkot melalui dinas terkait melakukan kajian ulang, sebab,  pembangunan Transmart akan banyak merugikan masyarakat.

“Pemkot harus segera memberhentikan pembangunan Transmart. Ini harus menjadi catatan penting pemerintah, bahwa kawasan Tajur merupakan kawasan bisnis yang harus diperhatikan khusus tentang dampak lingkungannya,” tegas Irfan.

Senada Sekjen PK KNPI Bogor Selatan Andi Sugandi mendukung penuh warga dan para tokoh sekitar yang menolak pembangunan Transmart. Dia juga mengapresiasi langkah anggota dewan yang meminta Pemkot segera memberhentikan pembangunan tersebut sebelum ada izin sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: