Layanan Pencegahan Hal Buruk Dalam Keluarga dan Anak, Program Puspaga Resmi di Luncurkan Menteri PPPA

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Yohana Susana Yembise, melaunching secara langsung Peluncuran Nasional Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Kota Bogor sebagai salah satu kota yang memiliki layanan konseling, konsultasi, informasi, bagi keluarga yang berbasis hak anak. Peresmian Puspaga dilangsungkan di Hotel Onih, Jalan Paledang No. 50 – 52, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (05/9/2017).

Disampaikan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny N. Rosalin, Puspaga adalah adalah sebuah bentuk layanan pencegahan di bawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai wujud kepedulian negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga. Kehadiran Puspaga ini, akan menjadi tempat utama para keluarga untuk mendapatkan pemahaman mengenai pengasuhan yang baik, keterampilan menjadi orang tua, keterampilan melindungi anak, dan kemampuan meningkatkan prestasi anak, serta sebuah tempat konseling untuk anak dan orang tua dengan tenaga profesional (Psikolog).

“Puspaga sudah diinisiasi sejak tahun 2016 dan saat ini baru terbentuk di 18 kabupaten/kota. Tahun 2017 ini, Puspaga akan didirikan di 23 kabupaten/kota. Program ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal buruk dalam keluarga yang berdampak pada anak-anak,” terangnya kepada wartawan.

Sementara, Menteri PPPA Yohana Susana Yembise mengatakan, pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak. Kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan, disertai lemahnya program pemerintah dalam memberdayakan keluarga tersebut mengasuh dan melindungi anak, akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya.

”Kementerian PPPA menyiapkan program unggulan Puspaga untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya usai melauncing program Puspaga.

Selain itu, Yohana menerangkan, Puspaga adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga. Puspaga bertujuan untuk menciptakan keluarga sejahtera, dengan melibatkan para tenaga konselor, seperti psikolog, Bimbingan Konseling atau pekerja sosial yang telah memahami Konvensi Hak Anak. Kapasitas keluarga ditingkatkan dalam mengasuh dan melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, dan penelantaran.

Hal itu menurut Yohana merupakan salah satu unsur prioritas dalam pelaksanaan kebijakan kabupaten/kota Layak Anak. Dimana pada 2016, Kementerian PPPA telah menginisiasi Puspaga dengan jumlah mencapai 18, yaitu di dua provinsi dan 16 kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu Puspaga. Selain itu, pembentukan Puspaga karena dilatar belakangi oleh keresahan dari enam puluh delapan juta keluarga Indonesia.

“Kami merespon keresahan keluarga sebagai tindak lanjut untuk menangani masalah keluarga sekaligus di dalamnya masalah pengasuhan, perkawinan anak, pornografi dan lain-lain. Semoga seluruh provinsi, kabupaten dan kota minimal memiliki satu Puspaga,” ungkapnya.

Saat peresmian, Yohana juga menyempatkan diri bermain bersama anak-anak di lokasi peluncuran Puspaga.

 

Reporter/Foto: Andi M Ridwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: