Majelis Hakim Kembali Tunda Tuntutan Bagi KGP

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Dikarenakan belum siapnya surat pembelaan dari terdakwa dan penasehat hukum, sidang lanjutan terkait kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Iman Santoso atau Ki Gendeng Pamungkas (KGP) di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, kembali ditunda oleh majelis hakim.

Usai persidangan, KGP menilai bahwa dalam persidangan terlihat tidak ada rasa nasionalisme dan kebangsaan. “Saya memperjuangkan ideologi kebangsaan. Namun disini saya melihat rasa nasionalisme dan kebangsaan jaksa tidak ada sama sekali,” ujarnya sambil memasuki mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

Sementara, sahabat KGP, Sri Bintang Pamungkas (SBP) mengatakan, hakim harusnya minta maaf karena sidang telah ditunda dan molor dari jam 10 hingga jam 14.30 WIB. Tuntutan yang tertunda satu minggu menunjukan jaksa bingung dengan kasus ini, maka tidak heran jika tuntutannya hanya 12 bulan.

“12 bulan itu sudah di besar besarkan dengan alasan bahwa terbukti melakukan pelanggaran UU ITE dan UU anti diskriminasi serta UU SARA pasal 156 KUHP. Saya menilai jaksa bingung, apakah mau membebaskan atau menghukum, karena kalau menghukum tanggung apabila tuntutan kurang dari satu tahun. Dengan demikian hakim mempunyai hak meniadakan hukuman,” jelas SBP.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua, R. Hendral ini, lanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tidak menyinggung soal saksi yang dihadirkan oleh terdakwa. Setidaknya ada 2 orang saksi yang dihadirkan, diantaranya soal terdakwa baik-baik saja dengan warga Cina di lingkungan rumahnya serta aktifitas lain seperti KGP selalu dianggap sebagai sponsor dan pendukung acara warga Cina, sehingga tidak ada konflik apapun. Tetapi tiba-tiba hanya karena satu video, sudah langsung dibangun suatu pendapat seakan akan KGP membenci etnis Cina, padahal keterangan terdakwa juga tidak disebut-sebut dalam persidangan.

“Setelah tuntutan akan ada pledoi pembelaan terdakwa, dan itu harus menjadi perhatian agar tidak ada hal-hal yang luput dari perhatian hakim. Jadi kita tunggu pembelaan di sidang selanjutnya. Meski sepertinya, akhirnya nanti akan diputuskan hukuman percobaan enam bulan atau hukuman dibawah satu tahun. Artinya terdakwa bisa bebas karena dipotong masa tahanan selama ini,” tegasnya.

 

Reporter: Dani
Foto: istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: