Menyoal Kejadian Pohon Tumbang, Kemana Program Pohon Ber-KTP?

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Terjadinya pohon tumbang di jalan Jalak Harupat beberapa waktu lalu hingga menyebabkan adanya korban luka-luka yang di alami pengguna jalan akibat tertimpa pohon tumbang, menimbulkan pertanyaan kemanakah program Kartu Tanda Pohon (KTP) yang di tunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada publik beberapa waktu lalu?

Diketahui, sejak tahun 2015, Pemerintah Kota Bogor dengan menggandeng Badan Litbang Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah melaksanakan program Kartu Tanda Pohon (KTP) yang tujuannya mengantisipasi kejadian pohon tumbang dengan memberikan labelisasi pohon-pohon yang di anggap rawan, berbahaya dan aman. Di program pohon ber-KTP ini, setiap pohon diberi label merah, kuning dan hijau. KTP merah untuk pohon yang kondisinya berbahaya atau mudah tumbang, KTP kuning untuk pohon yang rawan tumbang dan KTP hijau untuk pohon yang masih aman, atau dalam kondisi sehat.

Namun pada kenyataannya masih banyak pohon tua yang berpotensi tumbang dan masuk kategori berbahaya tidak diberi label tanda pohon yang rawan atau berbahaya alias belum ber-KTP. Hal tersebut menunjukan Pemkot Bogor belum mampu dalam mengantisipasi atau mencegah terjadinya pohon tumbang sebagaimana tujuan dari program pohon ber-KTP.

Hal diatas dibenarkan oleh Kasi Pemeliharaan Taman Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan. Ia mengaku, jika pohon yang tumbang di Jalan Jalak Harupat belum diperiksa, sehingga KTP-nya pun belum ada. Pemberian KTP dalam rangka mengetahui kondisi pohon agar tidak terjadi peristiwa pohon tumbang yang dapat merugikan masyarakat. Dengan adanya KTP pohon itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai adanya pohon ber-KTP merah, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang. Di samping program KTP pohon sebagai upaya pemeliharaan serta pelestarian agar pohon bisa di regenerasi untuk ilmu pengetahuan dan riset.

“Dari total keseluruhan pohon di Kota Bogor yang mencapai sekitar 14 ribu, dari lima tahun kebelakang yang sudah terdata dan diberikan KTP baru 338 pohon, sedangkan sisanya belum diberikan KTP. Kenapa demikian ? karena keterbatasan anggaran,” ucap Erwin kepada bogorchannel.co.id, Kamis 05/10/17).

Tetapi, sambung Erwin, tahun ini program KTP tersebut akan kembali berjalan dan anggarannya pun sudah ada. “Nanti kita akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap pohon-pohon yang ada,” katanya.

 

Reporter: M. Taufik Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: