Paska Hujan Lebat, 10 Titik Saluran Irigasi Alami Kerusakan

B-CHANNEL, CIAWI – Pasca terjadinya hujan yang terjadi beberapa hari lalu, UPT Pengairan Wilayah Ciawi, melakukan penanganan sesuai kewenangan yang ada disaluran irigasi. Yakni melalui perbaikan saluran air secara semi permanen dengan karung-karung tanah maupun celucup bambu.

“Intinya, agar tetap mengalir seperti sedia kala dan jangan sampai air berhenti dan hari ini saya ingin memberikan sedikit hasil jaringan irigasi maupun lereng-lereng sungai yang mengalami longsor pasca terjadinya hujan yang terjadi pada tanggal 5-6 januari lalu, “kata Kepala UPT Pengairan Ciawi, Eka Sukarna, kepada wartawan, Selasa (13/02/18).

Ia menjelaskan, sebagaimana diketahui UPT telah meminta data-data di pos curah hujan khususnya yang berada di daerah puncak. Dimana, puncak hujan yang terjadi tanggal (05/02/18), tercatat intensitas curah hujan sangat tinggi hingga mencapai angka 148 mm dan itu sudah dikategorikan sebagai cuaca yang sangat lebat dan ektrim.

“Akibatnya, mempengaruhi dari pada struktur tanah yang ada dilereng sungai maupun tebingan-tebingan bukit dan ini terjadi juga akibat dari komolatif pada hujan terus menerus selama ini. “Ujarnya.

Dalam hal ini, pihak UPT sudah melakukan iventaris longsor yang terjadi pada lereng-lereng saluran irigasi, dimana ada 10 titik saluran irigasi mengalami rusak berada di tiga kecamatan yang di anggap memang rawan longsor diantaranya cisarua, megamendung dan ciawi.

“Nah, penanganannya akan dilakukan secara permanen sebagaimana yang kita usulkan ke Dinas PUPR, karena jika lewat pemeliharaan tentunya tidak akan cukup dana yang tersedia. Untuk lereng-lereng sungai yang mengalami longsor juga sudah kita iventeris dan diaporkan pula ke dinas untuk di tindak lanjuti. Tentunya sesuai kewenangan balai besar wilayah ciliwung cisadane, “terangnya.

Ia berharap, penanganan longsor di lereng-lereng ruas jalan bisa segera di atasi, sebab jika tidak akan sangat bahaya khususnya bagi pengendara motor.

“Mudah-mudahan kedepannya segera di atasi dan perlu diketahui longsor ini terjadi akibat adanya lapisan tanah di lereng yang meresap ke dalam tanah sampai ke lapisan kedap air sehingga sampai ke bidang licir lereng, “pungkasnya.

 

 

Reporter/Foto : Agus Sudrajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: