Peduli Celebral Palsy Bersama Komunitas IkutPatungan, Ayo Berbagi!

B-CHANNEL, DEPOK – Komunitas IkutPatungan dan Seirama berbagi kebahagiaan bersama teman-teman Wisma Tuna Ganda Palsigunung di Cimanggis, Depok. Kegiatan ini merupakan Projek kolaborasi antar dua komunitas dari berbagai Universitas.

Dipilihnya Wisma Tuna Ganda Palsigunung, karena Celebral Palsy masih asing di telinga para komunitasnya.

“Karena masih asing, maka kami ingin tahu dan melihat langsung kondisi mereka seperti apa,” ujar Tika Ayati sebagai Wakil Project Officer dari Seirama. Selasa (05/06/18) malam.

Celebral Palsy adalah gangguan gerak yang mempengaruhi otot, gerakan dan keterampilan motorik (Kemampuan untuk bergerak secara terarah atau terkoodinasi) yang disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi sebelum atau sesudah kelahiran.

“Jadi inilah anak-anak istimewa, karena masing-masing anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda. Sebagian kecil yang masih bisa diajak berinteraksi dan mengikuti kegiatan disini. Kebanyakan lumpuh total tidak bisa mengikuti kegiatan, disini dan hanya terbaring ditempat tidur. Disini tidak perlu menggunakan bahasa isyarat, bahasa yang kita gunakan yaitu bahasa hati, Jadi kalo kita bicara harus tau dulh tingkat kecerdasannya apa baru kita bicara dan pake gaya seperti mimik muka kita bicara,” tutur Kristanti sebagai Kepala Panti Wisma Tuna Ganda Palsigunung.

Mami panggilan kristanti dipanti menambahkan ucapan terimakasihnya kepada dua komunitas yang telah memberikan dana untuk teman-teman panti seperti popok usia remaja, lansia, selimut, dan sembako.

“Terimakasih untuk upayanya dalam mengumpulkan donasi, semoga berokah untuk IkutPatungan × Serirama dan pendongeng dari domikado yang telah menghibur anak panti disini mereka sangat senang. Untuk mengawali hal seperti ini kita tidak perlu harus bagaimana tetapi dengat niat dan kekompakan dari kalian akhirnya kita bertemu di hari ini padahal hanya dalam waktu satu bulan saja, karena banyak yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari ada yang tidak jadi,” ujarnya.

Yang berada di Wisma Tuna Ganda Palsigunung ada 29 orang mulai dari umur 9 sampai 70 tahun dengan berbagai celebral palsy karena ada tiga golongan yaitu celebral palsy spatik di tandai dengan kelakuan dan kesulitan gerak seperti kejang saat marah. Celebral palsy athetoid di tandai dengan gerakan tak terkendali tanpa di sengaja dan tidak di sengaja dan tidak dapat dicegah.

Celebral ataxia di tandai dengan tergganggu persepsi keseimbangan tubuh dan selalu terdapat salah duga atau persepsi seperti pada waktu melangkah atau memasukan makanan ke dalam mulut.

Selain panitia inti, kegiatan di Bulan Ramadhan ini didukung oleh para volunteer dan para donatur.

“Alhamdulillah atas izin dan kuasaNya kita dipertemukan dalam Kegiatan sosial Buka Bersama Warga Panti Tuna Ganda Palsigunung. Terima kasih bagi para teman-teman volunteer yang bersedia meluangkan materil serta sumbangsih gagasan selama rangkaian dan pematangan konsep Projek 2. Atas nama Tim Projek 2 ini, saya sampaikan terima kasih bagi para donatur yang telah membantu baik dalam bentuk uang dan makanan ringan. Dengan begitu segala bentuk bantuan yang diberikan semoga dapat membawa banyak manfaat bagi sang penerima,” ungkap Khansa Balqis sebagai Project Officer dari IkutPatungan.

Khansa menambahkan bahwa cycle pertemanan kita harus selalu upgrade. Bukan hura-hura lantas bahagia tetapi berbahagia karena berbagi dan bermanfaat bagi sesama. Ayo #IkutPATUNGAN!”akan ada project selanjutnya yaitu akan menggalang dana untuk pembangunan sekolah SMP dan SMA Al-Wanti 2 di Lebak, Banten.

“Rencananya kita mulai menggalang dananya nanti setelah lebaran, dan target kita mengumpulkan dana dalam jangka waktu enam bulan. Semoga project ini dapat terealisasikan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: