Pertama di Indonesia, BNN Buka Pusat Laboratorium Narkotika dan Fasilitas Anjing Pelacak

B-CHANNEL, BOGOR – Dua fasilitas terbaru milik Badan Narkotika Nasional (BNN) yakni Gedung Pusat Laboratorium Narkotika BNN dan fasilitas Anjing Pelacak Narkotika (Unit Deteksi K9) yang berada di Gedung Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Jalan Mayjen H.E. Sukma KM 21 Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, diresmikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, pada Kamis (22/2/18) pagi.

Dalam Pers Rilisnyan, Kepala BNN, Budi Waseso mengatakan, pusat laboratorium narkotika yang berdiri diatas tanah seluar 22.000 m2 merupakan laboratorium pertama di Indonesia yang dibangun khusus untuk melakukan penellitian perkembangan trend penyalahgunaan narkotika. Kedua fasilitas ini, didirikan guna mendukung upaya BNN dalam menekan angka penyalahgunaan Narkotika di Indonesia yang terus meningkat.

“Ada tiga fasilitas gedung dengan fungsi yang berbeda. Gedung pertama sebagai kantor pusat laboratorium narkotika, fungsinya untuk aktifitas perkantoran seperti ketatausahaan, rumah tangga, sarana dan prasarana, kepegawaian, keuangan, evaluasi, pelaporan dan sebagainya. Sedangkan gedung lainnya sebagai pusat pelayanan dan laboratorium pengujian. Dimana, gedung ini, merupakan tempat uji sample barang bukti narkotika baik dari hasil ungkap kasus oleh BNN maupun dari kepolisian seluruh indonesia,” jelasnya.

Ia menuturkan, alur dari pengujiannya dimulai dari penerimaan, penimbangan dan pengukuran barang bukti yang diteruskan ke pengujian lagi serta pembuatan berita acara hasil laboratorium hingga pemberkasan dan pengembalian sample. Layanan pengujiannya sendiri meliputi pengujian bahan dan sediaan (Raw Material) dan pengujian spesimen biologi dan taksikologi.

“Kalau gedung laboratorium penelitian dilengkapi dengan laboratorium DNA analysis dan laboratorium NMR. Fasilitas ini, nantinya akan dijadikan tempat untuk melakukan penelitian perkembangan trend penyalahgunaan narkotika secara global. Dan ini memang sangat dibutuhkan, mengingat perkembangan New Psychoactive Substance (NPS) didunia masih terus meningkat, sehingga penelitian terkait hal tersebut juga harus ikut berkembang,” ujarnya.

Selain itu, fasilitas lain milik BNN yang resmi beroperasi adalah Unit Deteksi K9 yang merupakan pasukan anjing pelacak yang bertugas membantu BNN dalam mengungkap adanya tindak pidana narkotika. Unit ini pun memiliki fasilitas lengkap antara lain selain gedung perkantoran juga adanya 4 bagunan barak yang masing-masing berisi 7 kamar yang dapat menampung sebanyak 97 personel.

“Saat ini, BNN memiliki 47 ekor anjing pelacak, 20 ekor diantaranya jenis Germen Shephend, 10 ekor jenis Belgian Malinois, 12 ekor jenis Labrador dan 5 ekor lainnya jenis Beagle. Dari semua anjing itu, ditempatkan di 6 bangunan kennel. Setiap bangunannya terdiri dari 18 kandang dan mampu menampung hingga 108 ekor anjing pelacak,” ungkapnya.

Unit deteksi K9 ini juga memiliki klinik dan farmasi yang didalamnya terdapat 3 kennel rawat inap, ruang operasi. Sementara, tenaga ahlinya ada 4 orang dokter, 4 orang paramedic serta ruang pemeriksaan yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan canggih.

“Tak jauh dari tempat kennel, terdapat ruang khusus grooming/perawatan dan harwat anjing pelacak serta ruang khusus penyimpanan pakan dengan pengaturan suhu yang telah disesuaikan. Termasuk dilengkapi dengan sarana pelatihan bagi pawang dan anjingnya baik indoor maupun outdoor. Bahkan, BNN memberikan kontribusi dalam bentuk penghormatan terhadap K9 dengan menyediakan lokasi pemakaman K9 anjing pelacak yang gugur saat memberantas narkotika bersama BNN,” pungkasnya.

 

Reporter/Foto : Agus Sudrajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: