Polresta Bogor Kota Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya didampingi Kasat Binmas bersama jajaran Polresta Bogor Kota, melakukan sosialisasi sekolah ramah anak di SMK 3, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Di hadapan Kepala Balai Provinsi Jawa Barat dan seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kota Bogor,

Kapolsek Bogor Tengah, Syaifuddin Gayo selaku key note speaker mengatakan, sosialisasi yang dilakukan berkaitan dengan komitmen sekolah terhadap kejahatan yang dilakukan dan berhubungan dengan para pelajar SMA dan SMK di Kota Bogor.

“Berkaitan dengan fenomena tersebut, komunikasi antar instansi sangatlah perlu ditingkatkan keberadaannya. Selain guru BP, psikiater di sekolah juga perlu dihadirkan, jika perlu pihak sekolah juga memberikan sanksi kepada murid yang sering melakukan tawuran,” ucapnya.

Sementara, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menuturkan, kegiatan tersebut merupakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Polresta Bogor Kota untuk mendapatkan solusi terkait maraknya tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum berstatus pelajar.

“Kepala sekolah dan pihak lembaga pendidikan, diharapkan dapat memberikan pemahaman di lingkungan para pendidik untuk mengaplikasikan melalui kegiatan pokok maupun ektrakurikuler,” ungkapnya.

Kegiatan ini pun, sambung Ulung, merupakan salah satu cara pihak kepolisian melakukan pencegahan, pembinaan serta penindakan terhadap para pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok.

“Kita cegah aksi balapan liar, pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkotika yang akhir – akhir ini terjadi peningkatan serius di wilayah Kota Bogor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ulung mengimbau agar para pihak pendidik dapat memberikan bimbingan serta masukan kepada murid – murid agar tidak melakukan tawuran. Selain itu, secara berkesinambungan pihaknya pun meminta satuan kewilayahan berupaya untuk melakukan pembinaan, penyuluhan baik disekolah maupun ditempat – tempat lainya secara berkelanjutan.

“Jangan sampai nongkrong malam itu menjadi budaya. Jadi itu harus disosialisasika agar murid – murid tidak melakukan tindakan – tindakan yang melanggar hukum, serta tingkatkan juga peran serta guru kepada siswa dalam penanganan tawuran pelajar, seperti meningkatkan kerjasama guru dengan polri dalam mengantisipasi tawuran pelajar,” pungkasnya.

 

Reporter: M. Taufik Hidayat
Foto: dok.polresta bogor kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: