Polresta Bogor Kota Merilis Hasil Pelaksanaan K2YD Sepanjang 2016-2017

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota merilis hasil pelaksanaan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) di jajaran Polresta Bogor Kota terkait penindakan sejumlah kasus kriminalitas dan kasus-kasus yang ada termasuk lalu lintas sepanjang tahun 2017. Pemaparan rilis disampaikan langsung oleh Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya didampingi para kasat, di Aula Praja Ghupta Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Minggu (31/12/17).

Ulung menyampaikan, pelaksanaan K2YD dengan mengedepankan kegiatan preventif di sertai penegakan hukum yang dilaksanakan oleh jajaran Polresta Bogor Kota diantaranya; pertama, data gangguan Kamtibmas di tahun 2016 ada sebanyak 1520. Sedangkan di tahun 2017 sebanyak 1505. Jadi, turun 15 kasus, atau 0,99 persen. Sedangkan di 2016, tindak pidana yang selesai 661 atau 43,49 persen. Sedangkan di 2017, yang selesai 715 atau 47,51persen. Artinya, tingkat penyelesaian tindak pidana meningkat.

Ulung melanjutkan, untuk jumlah tersangka di tahun 2016 sebanyak; 732 orang, pelaku kriminalitas 554 orang, dan pelaku narkoba 179 orang. Sedangkan di tahun 2017; jumlah tersangka sebanyak 694 orang, pelaku kriminalitas 483 orang, dan 211 pelaku narkoba. Kemudian, untuk Anep kriminalitas kasus menonjol di tahun 2016 sebanyak 1018 dengan penyelesaian sebanyak 382. Sedangkan di 2017 sebanyak 922 dengan penyelesaian sebanyak 418. Kemudian untuk kasus tertingi adalah kebanyakan kasus penipuan yakni sebanyak 295 kasus, disusul curanmor 176, narkoba 175, curat 88, dan curas 28 kasus.

Ia melanjutkan, data kasus penyalahgunaan narkoba di 2016 sebanyak 137 kasus, dengan 170 tersangka dengan rician 168 laki-laki dan 10 perempuan. Sedangkan di 2017, sebanyak 176 kasus, 211 tersangka dengan rincian 207 laki-laki dan 4 perempuan. Untuk pelanggaran anggota di 2016 sebanyak 28 orang. Sedangkan di 2017 sebanyak 24 orang. Pelanggarannya berupa disiplin dan juga terlibat narkoba.

Untuk tawuran pelajar di 2017, sambung Ulung, sebanyak 48 kasus dengan rincian proses hukum 1, MD 0, luka berat 1, dan luka ringan 3. Ada penurunan jika dibanding dengan tahun 2016 yang menangani 64 kasus. Untuk Anep laka lantas, di 2016 ada 149 kejadian. Penyelesaian kasusnya sebanyak 99. Yang meninggal dunia 36 orang, luka berat 80 orang, luka ringan 121 orang, serta kerugian materi Rp 320.100.000 juta. Di 2017 ada penurunan 20,81 persen yakni 118 kejadian, penyelesaian kasus 95, meninggal dunia 53 orang, luka berat 23 orang, luka ringan 99 orang, serta kerugian materi Rp 340.400.000 juta.

 

Reporter/Foto: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: