Proyek Pembangunan Jalan Wilayah Caringin Kembali Dikerjakan

B-CHANNEL, CARINGIN – Setelah mendapat surat teguran dari konsultan pengawas PT. Adiraka Konsulindo sekitar bulan Nopember 2017, mulai hari ini akhirnya tiga proyek jalan tersebut kembali dilanjutkan pengerjaannya,

Ketiga proyek jalan tersebut antara lain jalan Cikalang – Muarajaya Desa Muarajaya yang dikerjakan oleh CV. Cara Mandiri, jalan Cisempur – Cinagara Desa Cinagara oleh CV Budi Daya dan satunya lagi Jalan Citapen -Ciderum di desa Ciderum oleh PT. Pandu Pakarti.

Kepala Bagian (Kabag) TU UPT jalan dan jembatan wilayah Ciawi, Tarlan mengatakan pengerjaan jalan Cikalang – Muara dan jalan Cisempur – Cinagara saat ini sudah mulai dikerjakan lagi.

“Iya memang benar proyek jalan Cisempur dan jalan Cikalang, sejak hari ini senin tanggal 8 januari sudah mulai dikerjakan lagi, “akunya.

Menurutnya, untuk kedua proyek jalan itu batas waktu pengerjaannya sampai dengan 50 hari kerja. Itu berarti pihak pelaksana ada waktu pengerjaan hingga selesai sekitar lima hari terhitung dari mulai hari senin (08/01/17).

“Kalau nanti pihak pelaksana jalan dalam pengerjaannya tidak selesai sesuai batas waktu, maka kemungkinan akan dikenakan denda administrasi, “Katanya.

Ia menjelaskan, denda administrasi tersebut akan dihitung dalam jarak per mil. Misalnya, jika pihak pelaksana dalam nominal anggaran pengerjaan 1miliar berarti jika satu bulan tidak selesai akan dikenakan denda sekitar 100jt.

“Nah, semua itu tentunya dikembalikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Sementara, kami pihak UPT hanya tinggal memberikan laporan kedinas, setelah dari dinas teknisnya nanti mau seperti apa karena itu urusan dinas, “imbuhnya.

Terpisah, Ujang salah seorang warga kampung Cikalang merasa senang melihat pembangunan jalan diteruskan kembali pengerjaan pengaspalannya. Mengingat sudah hampir dua bulan lebih jalan itu tidak dikerjakan.

“Kalau seperti ini kami selaku warga senang melihatnya. Sebab akses untuk perekonomian bisa kembali berjalan lancar. Termasuk bagi para pengais rejeki (ojeg) yang setiap hari perekonomiannya bergantung pada hasil mengojeg, “tegasnya.

 

Reporter/Foto : Agus Sudrajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: