Rhythm Of Humanity Soundwestcoustic #4 Kembali Unjuk Penampilan

B-CHANNEL, LEUWILIANG – Setelah sukses menggelar event musik bulanan selama tiga kali berturut turut pada bulan November 2017 hingga Januari 2018 lalu, dalam waktu dekat Komunitas Insan Musik Leuwiliang (Komikle) kembali akan menghelat Sound West Coustic ke-4 yang akan dilangsungkan di pelataran parkir pertokoan ATC Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Sabtu 24 Februari mendatang.

Salah satu penggagas yang juga Ketua Komikle, Noufal Ramadian menuturkan, event musik ini sudah menjadi agenda rutin bulanan. Dengan mengusung tema “Rhythm Of Humanity”, event ini, masih tetap disajikan dalam format akustik dan akan kembali menghadirkan deretan solois/duo/band ciamik seperti di edisi-edisi sebelumnya. Tercatat, ada nama-nama seperti The Accoustican, D.Tofl, Big Size, Insect’ri, X-Trail, D’Basic, Ezandia, dan The Boengkoes yang akan memenuhi line up-nya.

“Diharapkan Sound West Coustic mampu melahirkan generasi baru musisi Leuwiliang. Meski demikian, event yang berpijak pada semangat non-politis dan non-profit ini juga akan terus menampilkan beberapa musisi angkatan lama dan komunitas seni lain, dimana kali ini kelompok pemain angklung dari *SLB Karehkel, Leuwiliang* akan ikut berpartisipasi,” tuturnya, Rabu (21/2/18).

Noufal menambahkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana alam gempa bumi, longsor, dan banjir yang akhir-akhir ini melanda wilayah Bogor dan sekitarnya, di edisi keempatnya Sound West Coustic akan kembali melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban. Seluruh dana yang terkumpul, nantinya akan disalurkan melalui jalur Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

“Bagi Komikle, musik adalah bahasa kebaikan dan panggung adalah katalisatornya. Untuk itu, Komikle menyadari benar bahwa musik adalah media paling tepat untuk menyadarkan semua pihak akan pentingnya arti kebersamaan dan kepedulian. Tanpa memandang perbedaan usia, gender, suku bangsa dan agama,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Komikle adalah sebuah komunitas yang mewadahi penyaluran hobi dan bakat para musisi muda Leuwiliang. Tujuan dibentuknya Komikle yaitu sebagai upaya agar tali silaturahim antar sesama insan musik Leuwiliang tetap terbina, kreativitas bermusik makin berkembang, serta apresiasi di bidang seni musik di kalangan para insan musik generasi muda Leuwiliang kian meningkat.

Dengan kata lain, Komikle dapat menjadi wadah integratif dan kekeluargaan serta menjadi sarana partisipatif dan kepedulian insan musik Leuwiliang guna memberikan sumbangsih karya, kreativitas, pemikiran dan ilmu pengetahuan.

 

Reporter: Achmad Jumaedi
Foto: istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: