Ru’yat-Zaenul : Rebut Kemenangan Pilkada 2018 Dengan “Bismillah”

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Calon Walikota Bogor, Achmad Ru’yat mengatakan, dalam Pilwalkot Bogor ini, marilah membangun tongkat tongkat Nabi Musa untuk membangun kepemimpinan Ru’yat dan Zaenul.

Ru’yat mengaku, dalam menentukan terjun kembali pada pertarungan Pilkada, telah melakukan proses yang sangat panjang.

“Saya tertarik menjadi kandidat Walikota Bogor, karena melihat kondisi Kota Bogor saat ini yang belum mampu memberikan kemajuan serta kenyamanan. Memang banyak pihak dari alim ulama dan tokoh masyarakat yang mendorong dari dulu, tetapi karena betapa pedih melihat kemiskinan dan kemacetan serta persoalan lainnya di Kota Bogor, menjadi landasan akhirnya saya maju di Pilwalkot ini,” ungkap Ru’yat.

Akhmad Ru’yat kali kedua mencalonkan diri di Pilkada ini juga mengaku, selain karena banyaknya aspirasi dari para ulama, tokoh politik serta ketertarikan terhadap kekuasaan, baginya kekuasaan adalah sarana untuk melipatgandakan pelayanan kepada masyarakat.

Kekuasaan, sambung Ru’yat, merupakan sarana yang sifatnya sementara. “Insha Allah, dengan seizin Allah SWT jika kami diberikan amanah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, kami hanya sebagai tamu selama lima tahun yang mendapatkan mandat, karena tuan rumahnya aparatur sipil negara,” ungkapnya.

Ia juga merasakan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang sangat berat dan mencermati motivasi dari para partai pengusung dan kebersamaan dengan seluruh masyarakat.

“Maka dari itu saya dan Kang Zaenul siap rebut kemenangan dan maju bersama dengan “Bismillah” mengharapkan kekuatan dari Allah SWT dan rekan-rekan lainnya, karena kami bukan siapa-siapa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ru’yat menambahkan, pihaknya akan menuntut diri agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

“Kita akan membangun komunikasi yang setara, bahwa seluruh masyarakat Kota Bogor mempunyai kebaikan. Kami akan memiliki kekuatan bila dibangun dengan suatu kebersamaan,” katanya.

Menurutnya, banyak sekali program program prioritas yang belum dilanjutkan oleh dirinya pada saat terakhir menjabat sebagai Wakil Walikota Bogor dulu.

“Jadi kedepan, semua program prioritas itu akan saya lanjutkan untuk kemajuan lebih baik kota bogor,” ujarnya.

Proses politik yang sangat pedih pengalaman pada Pilwalkot 2013 lalu, maka untuk tahun 2018 ini harus dijaga oleh seluruh Tim koalisi dari PPP PKS dan Gerindra dalam mengawal dan memenangkan proses pemilihan nanti.

“Kita harus rebut kemenangan ini, karena melihat pengalaman 2013 lalu, menjadi evaluasi dan cerminan bahwa saat ini kita harus memenangkannya,” tandasnya.

Sementara Zaenul Mutaqien, mengungkapkan, dirinya juga melakukan proses meminta masukan kepada para kyai dan ulama serta tokoh masyarakat terkait memilih pasangan maju di Pilwalkot. Bukan itu saja, keputusan memilih Achmad Ru’yat dikarenakan sudah merupakan hasil dari istikhoroh yang dilakukan beberapa kali dalam menentukan pasangan.

“Saya berdampingan dengan Achmad Ru’yat ini merupakan hasil istikhoroh dan masukan masukan dari para tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kota Bogor,” ujar Zaenul.

Ia juga menuturkan, dalam Pilwalkot Bogor ini tidak berambisi atau ingin mengambil sebagai calon Walikota.

“Kalau saya hanya berambisi, ada satu partai yang memberikan kursi emas, tapi saya tidak mengambilnya karena saya lebih memilih Achmad Ru’yat sebagai senior dan sosok terbaik yang layak memimpin Kota Bogor. Insyaallah kita akan bekerja keras dan memenangkan Pilwalkot ini,” optimisnya.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian, mengatakan, semoga dalam deklarasi ini, pasangan Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin diberikan kekuatan untuk memenangkan Pilwalkot Bogor.

“Gerindra akan memperjuangkan untuk memenangkan Ru’yat dan Zaenul. Ada saatnya kita bersanding dan bertanding, dulu 2013 Gerindra bertanding¬† dengan PKS dan PPP, tapi sekarang kita bersanding dan siap memenangkan Pilwalkot. Kedepannya diharapkan setelah memimpin Kota Bogor, Ru’at dan Zaenul bisa merawat Kota Bogor,” kata Sopian.

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto menegaskan, pasangan Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin disiapkan untuk memimpin Kota Bogor lima tahun kedepan menjadikan jauh lebih baik.

“Kami menginginkan adanya kepemimpinan baru yang lebih dekat dengan rakyat, bersama dengan rakyat dan maju dengan rakyat. Insyaallah kehadiran disini untuk beribadah kepada Allah dan melahirkan kepemimpinan yang jauh lebih baik. Kita ingin mengenalkan bahwa pemimpin kedepan adalah yang tawadu dan pemimpin lahir dari umat dan rakyat, apalagi kedua sosok ini berasal dari santri,” ucap Atang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: