Sat Lantas Tindak Penyalahgunaan Rotator dan Sirene Pada Kendaraan Umum

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Terhitung mulai 11 Oktober sampai 11 November 2017 secara terus menerus, Sat lantas Polresta Bogor Kota akan melaksanakan operasi penyalahgunaan rotator, sirene dan strobo tanpa Hak yang dilakukan oleh pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Wakasat Lantas Polresta Bogor Kota, AKP Silfia Sukma Rosa, mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar tidak menyalahgunakan sirene maupun rotator karena kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan sinar dan bunyi termasuk ketentuan warna yang di perbolehkan itu sudah diatur dalan Undang – Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan jalan Pasal 59. Selain itu, pelarangan kendaraan pribadi menggunakan lampu berkelip selain lampu penunjuk arah (sign) dan lampu isyarat peringatan bahaya (hazard) dapat ditemukan pada Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 Pasal 106.

Silfia menjelaskan, petugas akan melakukan pencopotan terhadap rotator maupun sirene yang terpasang pada kendaraan yang tidak sesuai peraturan UU. “Yang diperbolehkan untuk menggunakan isyarat lampu yaitu untuk lampu biru adalah Kepolisian, lampu merah pemadam kebakaran dan ambulan, lampu kuning untuk patroli jalan Tol dan pengawas sarana dan prasarana,” terang Silfia, Rabu (11/10/17)

Ia menambahkan, bagi pengguna kendaraan yang melanggar akan dijerat Pasal 287 ayat 4, serta akan dipindana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling besar Rp. 250 ribu. Sanksi selain ditilang, akan dicopot juga sirene dan rotator yang terpasang dari kendaraan R2 atau R4.

“Jadi bagi pemilik kendaraan pribadi yang masih menggunakan lampu strobo maupun rotator atau lampu berkelip lainnya sebagaimana yang sudah diterangkan, sebaiknya agar segera dicopot sebelum petugas melakukan tindakan,” ungkapnya.

 

Reporter: Andi
Foto: dok. Sat Lantas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: