Sekdis PUPR: Terlambat Masuk Kerja, Potong Gaji

B-CHANNEL, CIAWI – Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Anwar Anggana, mengingatkan kepada seluruh pegawai yang berada dilingkungan masing-masing wilayah bawah (UPT,red) agar dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan waktu jam kerja yakni masuk pada pukul 6.40 dan pulang sekitar pukul 3.45 sore.

“Ini dimaksudkan agar tidak terkena pemotongan gaji. Karena jika terlambat masuk kerja maka akan dikenai sanksi berupa pemotongan gaji,” kata Anwar, saat melakukan tatap muka dengan jajaran pegawai UPT Jalan dan Jembatan dan UPT Pengairan Wilayah Ciawi sekaligus mensosialisasikan Tambahan Pengaturan Pegawai (TPP), Jum’at, (23/2/2018).

Menurutnya, pemotongan gaji terhadap pegawai yang terlambat masuk kerja disesuaikan dengan waktu dari keterlambatannya sebagaimana dijelaskan dalam TPP. Misalnya, jika terlambat selama 30 menit maka pembobotannya akan dipotong sebesar 0,5 persen dari gajinya. Sedang bagi yang lebih dari 90 menit potongan gajinya sebesar 1,5 persen.

“Makanya, kunjungan ke sini (UPT, red) untuk mengingatkan sekaligus menginformasikan TPP yang ditahun ini kita sosialisasikan kebawah mengenai hal yang berkaitan dengan pembobotan 70 untuk disiplin dan 30 untuk kinerja. Intinya dalam rangka pembinaan silaturahmi saja serta ingin kenal dengan teman-teman masing-masing wilayah bawah,” kata Anwar.

Ia meminta, pihak UPT segera melakukan inpetalisir pemeliharaan supaya di tahun sekarang di data kembali terutama diwilayah puncak yang kondisi cuacanya sangat ektrim. Dimana, kemungkinan ada beberapa jalan atau irigasi yang perlu dilaporkan untuk ditindak lanjuti dalam kegiatan pemeliharaan tahun ini maupun tahun depan.

Sementara, soal sorotan dari publik tentang kegiatan fisik yang gagal lelang, di tahun kemarin, Anwar menegaskan akan melakukan percepatan dilelang awal. Namun, saat ini ada beberapa yang sudah dilelangkan dan mudah-mudahan di tahun ini bisa terlaksana dengan baik.

“Kita percepat dan akan mendorong supaya di bulan Maret hingga April tahun sekarang sudah bisa dikerjakan. Karena banyak juga pemeliharaan – pemeliharaan yang dibawah 200. Kalau sekarang kan situasi cuaca masih hujan jadi kita menunggu. Mudah-mudahan di bulan depan Maret-April sudah bisa dilakukan,” terangnya.

 

Reporter/Foto : Agus sudrajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: