Selamatkan Lingkungan, Cawalkot Dadang Kenalkan Kantung Tapioka 

B-CHANNEL,KOTA BOGOR– Didepan siswa SMA negeri dan swasta se Kota Bogor serta perwakilan kampus, Calon Walikota (Cawalkot) usungan PDI Perjuangan dan PKB Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata kenalkan teknologi baru kantung plastik yang terbuat dari tepung singkong. Saat gelaran acara “Duta Lingkungan Hidup” dengan programnya Pemuda Peduli Lingkungan Bersih (Pepelingasih) bertempat di salah satu rumah makan di Jalan Soleh Iskandar, Tanahsareal, Jumat (08/06/18), Dadang mengajak siswa sekolah ikut mempelopori pengurangan penggunaan sampah plastik.

“Selama ini, kita masih menggunakan kantung plastik pada rutinitas sehari-hari, baik untuk belanja atau apapun. Padahal, kantung plastik tersebut menyumbangkan pencemaran lingkungan karena sulit dimusnahkan. Jadi, dengan kantung pastik berbahan tapioka secara tidak langsung kita ikut menjaga lingkungan,” kata Dadang saat memberi sambutan.

Cawalkot nomor urut 4 yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor ini menambahkan, kantong berbahan singkong, hasil dari olahan minyak nabati dicampur dengan bahan organik lainnya.

“Kantong ini dapat terurai di alam setelah 180 hari, dan tidak meninggalkan bekas apapun yang berbahaya bagi alam. Bahan bakunya hanya singkong. Tujuan beralih dari kantong plastik ke kantung berbahan tapioka ini untuk mengurangi sampah plastic,” tuturnya disambut tepuk tangan siswa perwakilan sekolah yang hadir.

Masih menurut calon kepala daerah yang berpasangan dengan Sugeng Teguh Santoso, dari catatan sejumlah sumber yang dikutipnya, dalam beberapa tahun terakhir terdapat sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

“Dari jumlah tersebut, hampir 95 persennya menjadi sampah. Kebijakan memerangi sampah plastik dan penggunaan kantong plastik berbayar di sejulah waralaba atau pasar tradisional, belakangan seperti sudah tidak lagi berlaku. Dampaknya, sampah plastic akan terus disumbangkan oleh pengguna yang berakibat keursakan lingkungan tiap tahun makin bertambah,” lanjutnya pada acara buka bersama yang dihadiri siswa SMAN 1, SMAN 2, SMAN 8, SMKN 3, SMKN 1, SMA Bina Insani, SMA Ranti Mulya hingga mahasiswa Universitas Pakuan.

Dikatakan Dadang, akan lebih baik mulai saat ini masyarakat beralih tidak lagi menggunakan kantung plastic karena sangat sulit diurai. Plastik, sebutnya, memiliki sifat tidak mudah terurai.

Tingginya massa molekul yang terkandung dalam plastik membuat plastik tidak bisa langsung dihancurkan oleh mikroba. Untuk bisa menghancurkan plastik, mikroba butuh proses oksidasi. Padahal proses oksidasi ideal untuk kantong plastik yang sering dipakai selama ini memakan waktu sekitar sangat lama, bahkan bisa mencapai ratuan sathun lebih. Itu sebabnya sampah plastik diprediksi mengancam kelestarian lingkungan.

“Buat sementara ini, kantung berbahan tapioca memang belum diproduksi secara massal. Namun, jika nantinya saya dipercaya dan dipilih warga Kota Bogor, saya akan gencarkan penggunaannya untuk menyelamatkan lingkungan. Karena, butuh niat baik dari kepala daerah untuk membuat kebijakan mengurangi pengunaan sampah plastic,” ujarnya.

Sementara, salah satu duta lingkungan hidup, Ikhfwan (17) asal SMAN 1 menyampaikan, dirinya sangat antusias menyambut hadirnya program Pepelingasih dengan mengganti kantung plastik dengan kantung berbahan tapioka.

“Saya menyambut baik dan sudah semestinya warga Kota Bogor beralih ke kantung tapioka. Sebab, adanya sampah plastik berpotensi merusak lingkungan. Kantung tapioka saya pikir perlu segera mengganti peran kantung plastik selain mengingat nihilnya dampak pencemaran lingkungan, juga berbahan murah, hanya dari akar singkong,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Duta Lingkungan Dwi Widiani menambahkan, kantung tapioka kedepan hari perlu jadi pilihan untuk menyelamatkan lingkungan.

“Saat ini memang belum banyak di pasaran, tapi sudah diproduksi massal. Melalui duta lingkungan, kita berharap bisa bersama-sama menyelematkan alam. Kita juga berharap kedepan hari, kantung tapioka ini dibumikan dan masyarakat tidak lagi gunakan kantung plastik. Saat ini, kami juga sudah mendaulat dadang Iskandar Danubrata sebagai pembina kami sekaligus pionir agar nantinya produk kantung tapioka bisa selamatkan Bogor dari kerusakan laingkungan,” tuntasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: