Selidiki Kasus Bullying, Pihak Sekolah Janji Beri Sanksi Para Pelaku

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Kasus bullying di kalangan pelajar kembali terjadi. Kali ini, seorang pelajar berinisial LJ, siswa SMAN 7 Bogor kelas X diduga mendapat kekerasan dari kakak kelasnya. Disampaikan oleh orang tua korban, Syaiful Anam (46), biasanya LJ sudah pulang sekolah sekitar jam 5 sore. Namun, pada saat kejadian sampai jam 9 malam anaknya belum juga pulang.

“Karena khawatir saya langsung menelpon, tetapi ketika mendengar suaranya, dia seperti orang ketakutan. Kemudian, sesampainya di rumah dia mengadu kepada saya dan mengatakan telah dipaksa minum miras, dipukuli, dan ditendangi oleh kakak kelasnya,” ucap Syaiful warga asal Kampung Sirnagalih RT 02/RW 07, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Rabu (13/09/17).

Sebelum peristiwa itu terjadi, sambung Syaiful, LJ sempat dicegat oleh kakak kelasnya yang berjumlah 20 orang dan dibawa ke Taman Palupuh yang berada di belakang SMAN 7. “Korbannya bukan anak saya saja, ada 11 siswa lain, tetapi dua di antaranya berhasil meloloskan diri,” ungkapnya.

Masih kata Syaiful, saat ini anaknya mengalami trauma dan tak mau masuk sekolah dan dirinya pun sudah mengadukan kejadian ini kepada pihak sekolah. “Saya masih menunggu respon pihak sekolah, bila tak bisa diatasi terpaksa akan lapor polisi. Sejauh ini saya telah mengumpulkan saksi-saksi dan bukti,” tuturnya.

Lebih lanjut, Syaiful menambahkan, akan menuntut pihak sekolah agar mengeluarkan siswa yang terbukti melakukan bullying terhadap anaknya.

“Ini mencoreng dunia pendidikan, sebab aksi tersebut sudah masuk tindak kekerasan dan kriminal,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 7, Agus Setiadi mengaku bahwa pihak sekolah sudah menerima laporan dari orang tua murid tersebut, dan secara resmi orang tua sudah diundang untuk mengklarifikasi kepada Babinkamtibmas dan Babinsa Bogor Utara.

“Pihak sekolah akan segera mengkroscek dengan menemui ketua RT setempat untuk menanyakan apakah anak-anak sekolah ada di Taman Palupuh pada malam hari dan saya juga akan ke rumah korban untuk mengajak ngobrol anaknya,” ujarnya.

Agus menegaskan, sekolah sendiri akan menjatuhkan sanksi apabila ada anak didiknya terlibat bullying. “Kami meminta bantuan dari masyarakat untuk memantau, teguran didahulukan kemudian dirapatkan dengan dewan guru dan wali kelasnya, setelah itu barulah diputuskan hukuman kepada pelaku,” tegasnya.

Apabila benar peristiwa itu terjadi, lanjut Agus, hal itu bukan sepenuhnya salah sekolah. Sebab, kejadiannya di luar jam sekolah. “Kami hanya memberikan toleransi kepada siswa untuk berada di dalam sekolah sampai jam 5 tidak lebih dari itu,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, sejak kejadian pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada Kepala Balai Pengawasan, Pelatihan dan Pendidikan (BP3) Provinsi Jawa Barat yang membawahi terkait permasalahan SMA maupun SMK. “Disdik Kota Bogor tidak punya kewenangan menangani hal itu, tetapi kami siap membantu jika SMAN 7 memang memerlukan bantuan kami,” singkatnya.

 

Reporter: M. Taufik Hidayat
Foto: Ilustrasi/istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: