STS: Eggi Sudjana Bisa Kena Pasal Penistaan Agama

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Pernyataan Pengacara Eggi Sudjana terkait dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan agama menuai reaksi. Setelah kemarin, Ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar melaporkan ke Bareskrim Polri, Kamis (5/10/2017). Selanjutnya, menyusul Aliansi Advokat Nasionalis Johanes L Tobing melaporkan Eggi Sudjana terkait dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama ke Polda Metro Jaya.

Menanggapi pernyataan Eggi Sudjana, Sekretaris Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Sugeng Teguh Santoso mengatakan, sudah banyak pihak yang dibuat meradang. Sebab, pernyataan Eggi Sudjana dimuka umum pada 2 Oktober 2017 diluar ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) telah menjadi viral di media sosial.

“Eggi membuat konstatasi, ajaran agama selain Islam tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila. Karena, sila ketuhanan yang Maha Esa bermakna Tuhan yang satu. Sementara, menurut Eggi agama lain selain Islam, tidak menganut Tuhan yang satu,” kata Sugeng yang menilai jadi penyebab kegaduhan dari pernyataan Eggi Sudjana kepada media online ini, Jumat (6/10/2017)

Melalui rekaman video yang banyak beredar, Eggi menyebut agama Kristen menganut Trinitas, Hindu menganut Trimurti. Bahkan, menurut Eggi agama Budha tidak mengenal konsep Tuhan.  Lebih dari itu, karena tidak sesuai dengan Pancasila sila pertama, maka agama selain Islam bisa dibubarkan atas dasar keberlakuan Perppu No.2 tahun 2017 tentang ormas.

“Nah, hal itu yang membuat banyak pihak meradang baik pihak non muslim maupun muslim. Sudah ada laporan polisi terhadap Eggi baik dari kalangan non muslim maupun muslim. Saya ingin mengingatkan Eggi atas 2 konstatasinya diatas. Anda keliru soal agama Kristen yang tidak menganut Tuhan yang esa. Karena, agama Kristen menganut ajaran Trinitas beriman pada Tuhan yang  esa. Demikian juga Hindu dan Budha. Pastinya dalam ajarannya menganut konsep Tuhan yang maha Esa,” tukas pria yang akrab dipanggil STS.

Eggi juga disebutnya salah membandingkan mengsejajarkan ormas dengan agama atau keyakinan.

“Agama tidak dapat dibubarkan karena agama adalah konsepsi abstak manusia atas nilai-nilai Ke-Tuhanan dan agama adalah tuntunan perilaku hidup. Bagaimana mungkin yang abstrak, tidak berwujud bisa dibubarkan? Keyakinan, ideologi, agama adalah konsep abstrak yang hanya bisa dihampiri dengan jiwa serta rasa. Sepertinya ia (Eggi,red) tergelincir lagi, dan saya berharap ia mampu mengatasi implikasi hukumnya karena pernyataan diluar sidang MK bukanlah forum ilmiah,” ujar STS.

Sekretaris DPN Peradi ini menilai, Eggi berpotensi tersandung pasal penistaan agama, Pasal 1, UU PNPS Nomor 1 Tahun 1965.

“Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia. Atau, melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu. Eggi Sudjana bisa kena pasal penistaan agama, Pasal 156 a KUHP,” urainya.

Sebagai informasi, pasal 156a mengatur pidana penjara paling lama lima tahun untuk seseorang yang secara spesifik mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. (Rilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: