Tampung Aspirasi, Atty Fokus Pada Pelayanan Kesehatan Warga Miskin

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor fraksi PDIP, Atty Somadikarya kembali melakukan reses sidang ke 3 tahun 2017. Seperti pada reses tahun sebelumnya, kegiatan dilakukan wakil rakyat tersebut di daerah pemilihan yakni Bogor Tengah- Timur.

Dalam agendanya, Atty melakukan sesi dialog dengan warga, terkait banyak persoalan dan keluhan yang ada di wilayah mereka. Aspirasi fokus pada pelayanan kesehatan.

“Dari semua aspirasi yang disampaikan masyarakat, keluhan paling banyak adalah masalah pelayanan kesehatan, seperti ketika masyarakat berobat ke beberapa puskesmas 80 persen petugas medisnya tidak membuat nyaman dan sering kali mempersulit untuk meminta rujukan ke dokter spesialis serta membuat surat keterangan sakit yang dibutuhkan masyarakat atau pasien di puskesmas,” ungkap Atty, kepada bogorchannel.co.id belum lama ini.

Masih kata Atty, selain pelayanan kesehatan khususnya di Rumah Sakit Umum atau Swasta juga yang sering menjadi warga kebingungan, karena banyak pasien warga miskin dijadikan bola pingpong, alasannya klise, ruang rawat inap penuh dan dalih kedua tidak ada ruang khusus seperti ruang ICU atau ruang isolasi yang di butuhkan.

“Saya sebagai anggota DPRD komisi D sangat prihatin, begitu banyak RS baik itu umum maupun swasta berdiri di wilayah hukum di Kota Bogor, tetapi anehnya masih banyak penolakan yang membutuhkan ruang rawat inap terlebih pasien SKTM atau BPJS PBI, padahal pasien tersebut belum tentu membutuhkan ruangan khusus,” ucapnya.

Atty berharap, semua puskemas atau rumah sakit yang ada di Kota Bogor saat ini lebih mengedepankan sisi sosial dan kemanusian di banding sisi komersil, agar nyawa masyarakat miskin tidak di permainkan hanya karena nominal.

Lebih lanjut Atty menambahkan, aspirasi lainnya yang disampaikan oleh masyarakat, diantaranya, pencairan dana hibah atau bantuan sosial (bansos) dalam program RTLH yang terlalu berbelit, namun tidak kunjung cair dan diterima oleh Penerimanya. Kemudian, usulan pembangunan TPT, drainase, pengaspalan jalan setapak dan PJU tahun 2017 sangat lambat di realisasikan khususnya, di wilayah Bogor Timur dan Tengah.

“Dengan banyaknya keluhan dan kesulitan di masyarakat karena minimnya sosialisasi. Inshaallah dengan adanya turba dalam agenda reses ini, menjadi PR yang harus ada jawaban demi kemudahan. Selain itu, aspirasi masyarakat ini menjadi catatan penting untuk segera di realisasikan dan di tindak lanjuti kepada dinas terkait, agar menjadi bukti bahwa wakil rakyat yang di pilihnya bisa memberi manfaat khususnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

Reporter: M. Taufik Hidayat
Foto: Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: