Tekan Tombol “Pelican Crossing” ini Untuk Menyebrang

Reporter: Rangga Firmansyah
Foto: Andi M Ridwan

 

B – CHANNEL – Demi keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki saat menyebrang, selain terdapat Zebra Cross dan JPO, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, menyiapkan fasilitas penyebrangan lainnya untuk kemudahan pejalan kaki menyebrang. Fasiltas itu bernama “Pelican Crossing”.

img-20170124-wa0028

Pelican Crossing adalah alat untuk memberi isyarat kepada pengendara motor atau mobil untuk berhenti agar pejalan kaki bisa menyebrang jalan. Dari bentuk dan sistem kerja, Pelican Crossing hampir sama seperti Apil/Traffic light/lampu merah/bangjo atau orang umum biasa menyebutnya setopan. Yang membedakan, Pelican Crossing memiliki tombol yang harus ditekan untuk menyalakan lampu merah ketika seseorang ingin menyebrang, sehingga kendaraan yang melintas dapat berhenti.

img-20170124-wa0027

Di Kota Bogor, DLLAJ Kota Bogor telah memasang Pelican Crossing ini baru dibeberapa titik seperti di depan kantor Pos Jalan Ir H Djuanda. Namun, sayangnya fasilitas ini kurang dioptimalkan oleh masyarakat. Mungkin karena ketidakpahaman maupun dari pengguna kendaraan yang masih belum mau berhenti disaat lampu sudah merah.

img-20170124-wa0026

Menurut Kabid Lalulintas DLLAJ Kota Bogor, Agus Suprapto, menjelaskan, ada sembilan Pelican Crossing yang tersebar di Kota Bogor dan semuanya itu merupakan bantuan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI. “Pelican Crossing ini fungsinya masih belum banyak diketahui oleh para pengguna jalan. Sebagian lagi ada yang sudah tidak berfungsi,” jelasnya, Selasa (24/01/17).

img-20170124-wa0031

Agus menerangkan, untuk Pelican Crossing yang sudah tidak berfungsi, pihaknya akan mulai merelokasi serta menata ulang agar dapat berfungsi dengan semestinya.

“Seperti Pelican yang di Tajur itu sudah rusak karena ada partnya yang diambil, kalau yang di depan Balaikota, itu awalnya dipasang oleh kontraktor sebelumnya, jadi kuncinya belum diserahkan ke kita. Yang ada saat ini, di depan Kantor Pos, Jalan Ir. H. Djuanda, itu sudah berjalan baik, namun masih saja ada pengendara yang belum mau mengalah. Maka itu, kedepan perlu ada sosialisasi lebih dalam,” terangnya.

img-20170124-wa0029

Ia juga mengharapkan, dengan adanya Pelican Crossing, para pengguna kendaraan bermotor bisa saling memahami ketika melintas fasilitas pejalan kaki tersebut dan hendaknya memprioritaskan lebih dahulu hak para pejalan kaki untuk menyebrang.

“Jadi, hirakinya pejalan kaki itu lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan bermotor, dan para pengendara bisa memahami itu. Selain itu, kedepannya untuk suara Pelican Crossing yang kini masih kecil akan dibuat menjadi besar suaranya, agar para pengendara lebih bisa peka terhadap orang yang akan menyebrang,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: