Transmart Tetap Diimbau Untuk Tidak Soft Launching

B-CHANNEL,KOTA BOGOR– Pertemuan kedua antara pihak Transmart Yasmin, PT WIKA selaku pengembang dan Pemkot Bogor, tetap tidak membuahkan hasil. Sejumlah permasalahan masih saja belum menemui solusi penyelesaian, salah satunya terkait penebangan ilegal 18 pohon di Jalan KH Abdullah Bin Nuh yang merupakan halaman pintu masuk Transmart.

Hingga saat ini, pihak Satpol PP belum melakukan gelar perkara, walaupun sejumlah pihak sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Sanksi hukum kaitan penebangan pohon ilegal itupun belum jelas. Sebelum diselesaikan berbagai permasalahan, pihak Transmart Yasmin juga diminta untuk tidak memaksanakan melalukan launching pada 31 Mei 2018.

“Seharusnya ketika masih ada permalasahan yang belum diselesaikan oleh pihak Transmart Yasmin, maka lebih baik jangan dulu melakukan launching. Memang ada beberapa masalah yang sudah diselesaikan, tapi kaitan penebangan pohon disana, belum ada penyelesaiannya,” ungkap Plt Walikota Usmar Hariman disela memimpin rapat, kemarin.

Kabid Gakperda Satpol PP Kota Bogor, Dani Suhendar mengatakan, dalam minggu ini pihaknya akan segera melakukan gelar perkara dan berkas berkasnya sedang dilengkapi saat ini. “Kita akan gelar perkara secepatnya karena pihak yang kemarin susah dimintai keterangan, saat ini sudah memenuhi keterangan. Soal sanksi hukum dan lainnya, nanti di persidangan tipiring oleh hakim yang akan menentukan. Silahkan hadir sidang nanti, karena itu sidang terbuka,” ucapnya.

Coorporat Comunication GM Transmart, Satria Hamid mengatakan, berbagai permasalahan sudah diselesaikan, sehingga Transmart sudah tidak ada kendala lagi dalam melaksanakan launching.

“Saya rasa sudah tidak ada kendala lagi. Izin UPP kita sudah ada, Izin SLF juga sudah ada tinggal beberapa yang harus dilengkapi. Dengan warga juga sudah kita selesaikan. Jadi, sudah tidak lagi kendala untuk opening pada tanggal 31 Mei mendatang,” jelasnya.

Terkait CSR, lanjut Satria, itu menjadi tanggung jawab pengembang dan sudah direalisasikan. “Kita dengan pak Yohanes (pemilik lahan, red) sudah kerjasama dalam CSR untuk di kasih ke siapa dan kita selalu ada di sana dan juga akan tetap melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Sementara DPD KNPI Kota Bogor yang turut hadir dalam acara audiensi melihat apa yang dilakukan pihak Transmart belum diselesaikan dengan baik, terutama pada penyelesaian soal lingkungan.

“Waktu pertemuan pertama itu, kita memiliki prinsip bahwa Transmart harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang sifatnya langsung kepada masyarakat dan kedua soal lingkungan. Jadi, prinsip kami untuk menunda launching itu bukan kemudian dilakukan pada tanggal 31 Mei, tapi minta penyelesaian soal lingkungan itu diselesaikan dulu, setelah itu baru laksanakan launching,” ujar Ketua KNPI, Bagus Maulana.

Bagus mengungkapkan, bahwa pertemuan hari ini dirinya mendapatkan informasi bahwa persoalan yang langsung kepada masyarakat sudah diselesaikan. Tapi persoalan terhadap lingkungan sampai hari ini belum diselesaikan.

“Kita akan tunggu vonis dari Satpol PP. Bila vonis tidak sesuai, kita akan lakukan gugatan citizen lawsuit, karena kita sebagai subjek hukum memiliki kekuatan penuh, memiliki hak penuh untuk melaksanakan gugatan,” tegasnya.

Bagus meminta agar persoalan penebangan pohon diselesaikan hingga mendapatkan ketetapan hukum secara inkrah, baru dilaksanakan persoalan opening dan dioperasionalkannya Transmart.

“Selesaikan dulu semua persoalannya, baru silahkan mereka menjalankan usahanya,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: