BPPT Ungkap Proyek Drone dan Pesawat R80 Habibie yang Disetop

BPPT Ungkap Proyek Drone dan Pesawat R80 Habibie yang Disetop

bppt-ungkap-proyek-drone

Bogorchannel.Co.Id – Badan untuk evaluasi dan penerapan teknologi terbuka untuk Nir Nirak Aircraft (PUNA) atau proyek Drone Black Eagle adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurut pemerintah Joko Widodo, proyek drone akan menggantikan proyek pesawat R80 dari Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie.

Wahyu Widodo Pandoe, perwakilan Desain Industri dan Teknologi Rekayasa BPPT, mengatakan drone EH masih dalam pengembangan.

“Benar (Drone EH telah memasuki PSN). Drone EH masih dalam penyempurnaan,” kata Wahyu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6 November).

Meski demikian, drone Black Eagle, Black Eagle, Black Altitude Long Endurance (MALE) Wahyu tidak diklaim sebagai pengganti proyek pesawat Habibie R80.

“Tidak ada hubungan antara rilis PS80 dari R80 dan program MALE. Ini diklarifikasi oleh Kementerian Urusan Ekonomi dalam konferensi video pekan lalu,” kata Wahyu.

Lihat juga: Pengembang Pesawat R80 Habibie Terbuka-Berakhir setelah mengganti drone

“Pesawat R80 bisa masuk kembali sebagai PSN setelah masalah pembiayaan diselesaikan,” tambahnya.

Wahyu mengatakan Drone Elang Hitam adalah salah satu program entri PSN yang diusulkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, termasuk R80. Setiap program, katanya, tidak terkait.

“Masing-masing sebenarnya independen, jadi tidak ada koneksi,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan dia masih berharap bahwa R80 akan dikembangkan dan diproduksi oleh Indonesia. Karena menurutnya R80 harus bersaing dengan pesawat dari negara lain seperti China.

Namun, Wahyu mengatakan bahwa R80 menemui kendala di sektor keuangan. Dia mengatakan pengembang R80 tidak memiliki proposal yang dapat meyakinkan pemerintah atau sektor swasta untuk memberikan dukungan keuangan.

“Masalahnya sekarang adalah bahwa harus ada kemajuan dan tujuan di PSN pada 2024. Setahu saya, saya bisa salah, R80 sebenarnya mengalami kesulitan keuangan,” katanya.

Di sisi lain, Wahyu mengatakan bahwa pengembangan R80 masih sangat panjang, yaitu hingga 2045. Namun, pengembangan R80 hanya menunjukkan perkembangan tahun ini.

“Ketika insinyur siap, departemen sumber daya manusia dan fasilitas sudah siap. Ternyata R80 tidak membuat kemajuan, jadi mereka tidak benar-benar dilepaskan, tetapi ditendang. Jadi dia pergi ke samping,” kata Wahyu.

Lihat juga: Berbagai jenis robot dan drone menyambut Corona normal yang baru

Selain itu, Wahyu mengklaim bahwa BPPT juga siap untuk mendukung program R80 dengan menyiapkan laboratorium uji aerodinamik dan uji kekuatan struktural.

Menurut Wahyu, Drone EH di PT sedang dalam tahap penyempurnaan desain dan manufaktur. Dirgantara Indonesia (Persero). Pihak-pihak yang melakukan kedua hal tersebut adalah insinyur BPPT dan PT DI.

Wahyu mengatakan kantornya menargetkan empat prototipe untuk disertifikasi

pada tahun 2024. Sebanyak dua drone EH dari seri ISTAR (Intelijen, Pengawasan, Akuisisi Target dan Pengintaian) dan dua seri kombatan akan menerima sertifikat tipe (TC) dari Indonesia Militer Airworthiness Auhority (IMAA).

“Sebuah uji terbang prototipe diperkirakan akan dilakukan pada akhir 2020,” katanya.

Lihat juga: Mengenal pesawat R80, proyek Habibie yang telah dihentikan oleh pemerintah

BPPT meluncurkan situs web resmi, mengatakan bahwa ini akan mempercepat pengembangan Elang Hitam Kombatan, Elang Hitam (EH-4) dan drone EH-5. Spesifikasi drone sesuai dengan Rainbow CH-4 drone buatan China.

Presiden Joko Widodo dikatakan telah setuju untuk mempercepat

pengembangan program pengembangan drone untuk ketinggian menengah dan daya tahan lama (MALE) atau PUNA MALE.

BPPT mengklaim bahwa produksi MALE Combatants dipercepat dengan melengkapi desain Black Eagle Drone (EH-1) dengan sistem senjata ke dalam desain PUNA MALE Combatants EH-4 dan EH-5.

Pesawat tak berawak Elang Hitam juga bertindak sebagai pesawat PUNA MALE ISTAR yang dapat digunakan untuk misi intelijen atau mata-mata, pengawasan, penargetan, dan deteksi target.

Pemerintah sebelumnya tidak memasukkan proyek pengembangan pesawat Habibie dan N245 R80 dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menggantinya dengan drone.

Menteri Koordinasi Ekonomi Airlangga Hartarto telah mengumumkan akan

menambah tiga proyek rupee senilai 27,17 triliun rupee ke dalam daftar PSN. Proyek ini menggantikan pengembangan pesawat BJ Habibie R80 dan N245 yang sebelumnya termasuk dalam PSN.

 

 

Baca juga: